Melihat Kegiatan Tuna Netra Band di SLB Bina Asih Bondowoso
Tuna Netra Band, sebuah grup band asal Bondowoso yang para anggotanya menderita kebutaan sejak lahir, terus melakukan kegiatan. Mereka rajin ngeband di salah satu ruangan di sekolahnya yang terletak di Jalan Ahmad Yani Bondowoso. Mereka terdiri dari 5 pelajar SLB Bina Asih, yakni Udin (vokal/melodi), Ikrom (keyboard), Wahyu (drumer), Imam (bass), Mamat (bungo).
Siang itu, Udin bersama keempat kawannya tengah berlatih di sebuah studio mini ukuran 5x5 meter di dalam area Kantor Yayasan Bina Asih. Mereka tampak tenang dan menikmati music yang tengah dimainkannya. Sebuah lagu barat, yang dibawakan oleh Adele, yakni Some Like You dibawakan dengan baik sekali oleh Udin Cs.
Selanjutnya, Udin juga membawakan lagu Noah, Dewa, D’masiv, yang semuanya dinyanyikan dengan bagus oleh Udin Cs. "Kalau lagu Iwak Peyek ini, enaknya dinyanyikan dengan genre musik Bosas. Enak sekali mendendangkannya," ungkap Udin, yang sudah lulus dari SMA LB Bina Asih.
Bahkan, mereka mampu menyanyikan lagu-lagu yang lagi ngetrend saai ini. "Kami memang harus bisa menghapal lagu terbaru. Apakah itu lagu barat, pop, bahkan dangdut sebab itu sudah menjadi kebutuhan," katanya.
Sebab, grup musik tersebut seringkali mendapat undangan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta untuk mengisi acara. "Oleh sebab itu, kami harus bisa menghapal lagu-lagu terbaru," katanya.
Apalagi, grup band yang cukup punya nama di Bondowoso itu, kerap mengisi acara di Bank Indonesia Jember, serta institusi lainnya. Oleh sebab itu, mereka dituntut untuk selalu siap tampil. "Saat tampil tentunya tidak mengecewakan penonton," ujarnya. Selain itu, Udin bersama teman-temannya yang sudah menghapalkam ratusan judul lagu, itu terus mengasah kemampuannya. "Begitu ada lagu terbaru, maka saya harus up date.
“Saya bersama teman-teman mendengarkan lagu terbaru itu dari HP atau ponsel. Setelah itu, saya mencari not not lagunya dan menghapalkan syairnya,” katanya.
Tak ayal, jika ada lagu terbaru, mereka sudah bisa menghapalnya dengan baik. "Kami semua memang mengandalkan pendengaran untuk melatih atau menghapalkan syair lagunya," katanya. Udin yang menghuni SLB Bina Asih sejak kelas 1 SD, itu ditemukan oleh mantan kepala sekolah SD LB Bina Asih Basuki di desa di Kecamatan Grujugan. Juga, beberapa anak-anak lainnya, diasuh oleh Basuki untuk menguasai alat musik. Kini, mereka sudah pandai menguasai alat musik.
Sementara itu. Didik, 35, guru musik dan pendamping TN Band, mengatakan bahwa dia dan seorang temannya guru musik yakni Erna, mengasah kemampuan TN Band berlatih musik selama 3 hari dalam seminggu. "Kami melatih mereka, pada Senin, Rabu dan Sabtu," katanya. Dan, guru musik itu tidak pernah merasa putus asa untuk melatih mereka. "Mereka ini punya kekurangan, tidak bisa melihat. Tetapi, mereka punya kelebihan yang bisa dieksplore, yakni bermain musik," katanya.
Apalagi, belum lama ini, pihaknya mendapatkan bantuan alat-alat musik baru dari Dirjen Pendidikan Tinggi Jakarta dan membangun studio musik baru. "Sehingga, kami semakin getol untuk berlatih apalagi, anak-anak ini kayaknya mau terjun ke dunia musik profesional, jadi harus sungguh-sungguh berlatih," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan regenerasi. "Setiap penghuni atau siswa di Yayasan Bina Asih, akan selalu diarahkan sesuai dengan bakat masing-masing. Kalau mereka punya bakat bermain musik, maka mereka akan diarahkan ke musik," katanya. Tak mengherankan, jika ditemukan banyak anak-anak SD yang sudah bisa memainkan alat-alat musik dengan baik di Yayasan Bina Asih. "Kami terus mencari bibit baru, agar siswa di Yayasan Bina Asih bisa eksis bermain musik," katanya.
Sebelumnya, sudah banyak lulusan SMA LB Bina Asih yang sudah mahir bermai musik. Namun, karena usianya sudah beranjak dewasa, mereka sudah meninggalkan Yayasan Bina Asih." Padahal. Mereka pemain musik andal," katanya.
- Radar Ijen, 12/01/16
