Atlet Taekwondo Bondowoso Ahmad Saleh Raih Medali Emas PON XIX 2016
BONDOWOSO - Ahmad Saleh Mauladdawilah, atlet taekwondo yang juga satu-satunya wakil Bondowoso di kontingen Jatim yang sukses meraih emas di arak keliling kota kemarin (30/9). Konvoi dimulai sekitar pukul 14.00 dari kantor KONI Bondowoso Jl A. Yani. Bersama pengurus KONI serta adet taekwondo Bondowoso, Ahmad tampil di depan umum dengan mobil bak terbuka. Dengan mengenakan jaket kontingen Jatim berwarna hijau dan kalung medali emas Ahmad menyapa warga Bondowoso.
Rombongan arak-arak tersebut berhenti sejenak berfoto bersama di Monumen Gerbong Maut dan pengalungan tanda kehormatan dari Ketua KONI Bondowoso, Huzaini Efendi. Konvoi suka cita keliling kota pun berakhir di sekolah Yima di Kadengan.
Di kampung halamannya tersebut, Ahmad juga disambut dengan drum band. Arak-arakan di Kademangan tersebut pun terasa reuni bagi Ahmad, karena teman waktu kecil dan sanak saudara ikut turun di jalanan. "Teman Ahmad sewaktu kecil dan saudara juga ikut turun berjalan bersama drum band," ucap Husen, ketua Taekwondo Indonesia (Tl) Bondowoso dan juga pelatih taekwondo Ahmad saat kecil.
Sambutan luar biasa oleh warga Bondowoso termasuk KONI tersebut membuat Ahmad terharu. Sebab, selama dia berkarir sebagai taekwondoin baru pertama kau diarak seperti ini. "Baru sampai Bondowoso kemarin subuh, gak nyangka ada pesta seperti ini. Karena mengira istirahat dulu dua hari di Bondowoso," katanya. Arak-arakan semacam ini dia berharap agar memotivasi olahragawan Bondowoso semangat berlatih untuk jadi atlet yang berprestasi.
Sementara ketua KONI Bondowoso Huzaini Efendi mengatakan dari awal saat mengetahui ada satu atlet Bondowoso masuk kontingen Jatim di PON, punya tekad akan mengarak atletnya tersebut jika meraih medali. "Apapun mendalinya akan di arak. Perunggu atau perak di arak, apalagi emas," ujarnya.
Arak-arak tersebut tujuanya bukan untuk pesta pora belaka tapi di balik arak-arakan itu ada efek yang ditimbulkan. Salah satunya membuat masyarakat Bondowoso ini bangga dengan kotanya sendiri karena ada atlet Bondowoso yang meraih medali emas. Tak hanya itu saja, mereka yang bergelut di dunia olahraga makin termotivasi terus berlatih dan yakin bisa jadi jawara seperti Ahmad. Lanjut Huzaini, Ahmad sendiri pun juga punya rasa bangga jadi bagian orang Bondowoso. Karena, mereka menyambut dengan antusias.
Menurutnya, Ahmad tak hanya jadi kebanggaan dengan meraih medali emas di PON, namun juga menyelamatkan nama Bondowoso. "Andai kata Bondowoso tak ada atletnya yang masuk kontingen Jatim, ya sama dengan Situbondo karena tak ada atletnya masuk PON," ujarnya. Apalagi Ahmad, kata Huzaini, mendapatkan medali emas jelas mengangkat derajat dan martabat Bondowoso di dunia olahraga.
Dalam laga final di nomor kyorugi under 87 kilogram melawan atlet pelatnas Basuki dari Sumatra Utara, kemenangan Ahmad diraih dengan dramatis. Bermain di GOR Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, di detik-detik akhir ronde ketiga Ahmad unggul 9-8. Berhubung Ahmad jatuh, skor pun seri 9-9 dan harus perpanjangan waktu. Satu tendangan Ahmad yang mengenai badan Basuki di perpanjangan waktupun langsung mengantarkannya meraih emas.
- Radar Ijen, 01/10/16
