Kawah Wurung dan Arung Jeram Bosamba Jadi Prioritas Pengembangan Sektor Pariwisata

Kawah Wurung - Bondowoso The Hidden Paradise

Kawah Wurung (Kawu) dan wisata arung jeram Bondowoso Sampean Baru (Bosamba) akan mendapat perhatian lebih pada 2016 ini. Hal itu setelah Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Perhubungan (Disparporahub) Bondowoso menjadikan dua potensi tersebut sebagai skala prioritas pembangunan pariwisata 2016.

Harry Patriantono kepala Disparorahub saat ditemui Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (5/1) mengatakan, skala prioritas pembangunan pariwisata Bondowoso tahun ini menitik beratkan kepada pengembangan destinasi wisata. Salah satu yang akan menjadi fokus pembangunan adalah sarana dan prasarana.

Menurut Harry, banyak potensi yang dimiliki Bondowoso. Di antaranya Kawah Ijen, pemandian air panas di Blawan, Tancak Kembar, bendungan Sampean Baru, pendakian gunung Raung, Puslit Kopi Kakao di Andung Sari, Pakem, dan agro wisata perkebunan Kalisat Jampit. Selain itu juga ada Bosamba, Desa Wisata, Singo Ulung, Bonek Kathok, Ziarah Makam Ki Ronggo, Kawu, Hutan Raya Bondowoso di Sumber Wringin dan situs purbakala.

Untuk tahun ini, lanjut dia, prioritas pembangunan sarana prasarana destinasi wisata tersebut akan dilakukan di Kawu dan wisata arung jeram Bosamba. "Destinasi wisata lainya tetap kami kembangkan, tapi bertahap. Jika semua itu jadi prioritas, ya anggarannya tidak cukup," ucapnya.

Ditetapkannya Bosamba dan Kawu sebagai prioritas, kata dia, karena selama ini tingkat kunjungan menunjukan tren meningkat. Pada masa libur natal dan tahun baru saja, kunjungan wisatawan domestic ke Sempol sekitar 15 ribu orang dan Wisatawan Mancanegera (Wisman) sekitar 450 orang. Wisatawan yang berangkat dari Bondowoso menuju Ijen sejumlah sekitar delapan ribu orang. Sekitar tiga ribu wisatawan ke Kawu dan sisanya ke destinasi wisata lain di Sempol.

Tingkat kunjungan tertinggi memang ada di Kawah Ijen, namun Kawu dan Bosamba menunjukan trennya kunjungan naik signifikan. Bahkan, menurut mantan Kepala BPBD Bondowoso ini, kunjungan Kawu dalam setahun setidaknya sama dengan kunjungan pada libur natal dan tahun baru.

Sarana dan Prasarana Kawu sementara ini adalah toilet dan gazebo yang dibangun dari dana Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2015. Agar Kawu semakin cantik dan pengunjung tak hanya menikmati panorama alam, akan dibuatkan jalur sepeda MTB, downhill termasuk juga ATV.

"Nanti juga ada tulisan Kawah Wurung, seperti tulisan Hollywood. Untuk ajang selfie wisatawan bahwa mereka pernah ke Kawu." ucapnya. Sebagai penghobi foto, Harry sering memperhatikan beragam foto selfie di tempat wisata, dimana ada spot khusus sebagai tanda mereka pernah ke lokasi.

baca juga: Farah Quinn Unggah Foto Selfie di Kawah Wurung Bondowoso

Untuk akses jalanya sendiri, tidak seratus persen jalan bisa aspal sampai ke Kawu. Sebab jalan yang masuk di wilayah Perhutani yakni Kawah Wurung, tidak diperkenankan untuk di aspal dan tak boleh merubah fungsi hutan. "Paling mentok ya jalan wilayah perkebunan. Dan jalan di lahan Perhutani, maksimal hanya pengerasan agar mempermudah roda empat dan dua menuju lokasi," tambahnya.

Sementara untuk Bosamba sendiri, kata dia, justru penikmat wisata adventure tersebut banyak dari luar kota Bondowoso. "Tidak semua, daerah punya potensi arung jeram," ucapnya. Apalagi di Bosamba ini perlu menambah sarana dan prasarana pendukung agar wisata ini tertata lebih baik lagi.

Terkait waktu pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana di dua destinasi wisata tersebut, Harry masih menunggu APBD disetujui oleh DPRD Bondowoso. "Setelah APBD disetujui, secapatnya akan dikerjakan," imbuhnya.

Lanjut Harry, sesuai arahan Bupati Bondowoso Amin Said Husni, pariwisata ini salah satu primadona untuk menambah PAD. Karena pariwisata memiliki multiplier effect, yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Entah itu dari berjualan makanan, cindera mata atau penginapan.

- Radar Ijen, 06/01/16