“Malaikat Jalan Raya” Situbondo-Bondowoso

“Malaikat Jalan Raya” Situbondo-Bondowoso
“Malaikat Jalan Raya”: Pak Nurdiman dalam aksinya di jalan raya menaiki sepeda pancal, terlihat dari kejauhan Pak Nurdiman sedang bekerja.

Kata spesial ini InsyaAllah cocok untuk bapak yang satu ini, Malaikat Jalan Raya Beliau adalah Nurdiman yang bertempat tinggal di Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Beliau merupakan bapak yang sudah berumur sekitar 50 tahun. Apa sih yang special dari beliau? tulis Faisol Hezim dalam catatan facebooknya.

Ini jawabannya, beliau setiap harinya selalu terjun ke jalan raya untuk memperbaiki jalan yang berlubang entah itu lubang yang besar maupun lubang yang kecil. Jalan yang sudah diperbaikinya sebagian besar jalan kabupaten yang ada di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso. Hebatnya beliau melakukan ini tanpa bayaran atau apapun, beliu melakukan ini dengan Ikhlas karena Allah.

“Saya kalau sehari saja tidak terjun ke jalan saya terasa akan sakit dan gelisah. Rasa gelisah sering datang dan berkata nanti bagaimana nanti orang yang jalan terganggu bahkan terjadi kecelakaan dengan adanya jalan yang berlubang ini. Ya saya langsung ke terjun ke jalan walaupun dalam keadaan sakit dan gelisah. Tapi setelah ada di jalan Alhamdulillah semua rasa gelisah dan ketika sakit akan terasa hilang”, itulah kutipan kata-kata beliau saat di tanya.

Saya bertanya, “Bapak gak bosen melakukan ini?”. Beliau menjawab, “Ya gak nak, saya melakukan ini atas dasar Syech Abdul Qodir Al Jailani dulu semasa hidupnya juga melakukan ini pada waktu malam. Ya karena itu saya melakukan ini semua. Bahkan dulu saya melakukannya malam hari selama 4 tahun di waktu malam, berangkat ba`da Isya` pulangnya waktu Subuh tanpa ada orang tau. Lambat laun aktivitas ini di ketahui banyak orang dan saya di suruh berhenti Karena factor keamanan diri saya. Nah karena saran itu aktivitas saya lakukan di waktu siang, Alhamdulillah saya sudah lakukan selama satu tahun”.

“Apa pemerintah atau pejabat tidak mengetahui tentang aktivitas bapak ini?”, saya lanjut bertanya. “Bapak bupati Situbondo sudah tau nak, tapi saya cuma di berikan uang 100 ribu dan 50 ribu. Tapi kalau saya di suruh datang ke rumah Bupati ya saya gak akan mau dek. Karena banyak sekali aktivitas saya saat ini. Aktivitasnya ya ini memperbaiki jalan yang rusak. Saya kasian dengan pemerintah dek, karena mereka kayaknya sudah tidak mampu lagi memperbaiki jalan yang ada, ya terpaksa saya perbaiki dengan bahan seadanya. Saya tidak mau terjadi kecelakaan dan masalah dengan adanya jalan yang berlubang ini.” Beliau menjawab dengan terenguh.

“Malaikat Jalan Raya” Situbondo-Bondowoso
peralatan yang di bawa (sepeda, dirijen air, timba, cangkul, dan bendera)

Tanpa di tanya beliau melanjutkan ceritanya. ”Di Situbondo dan Bondowoso jarang orang seperti saya, nak. Bukannya saya pengen sombong nak. Ya mungkin ada orang yang memperbaiki tapi gak akan lama bertahannya. Ya karena ke ikhlasan inilah saya masih bisa bertahan sampai sekarang nak. Ya semoga jalan-jalan yang ada ini semoga dapat di perbaiki dan para pengguna jalan leluasa dan nyaman dalam melakukan perjalanannya.”

“Amiin aamiin ya rabbal `alamin”, jawab saya sambil tersenyum bangga melihat bapak Nurdiman.
Semangat bapak, jasa anda akan membantu anda membawa anda menuju Surga Allah SWT.
Aamiin.


Sumber