Tujuh Santri Jadi Korban Pelecehan Seksual Ustad Cabul Asal Prajekan
![]() |
| korban / ilustrasi (foto: lintasbmr) |
Hal itu diketahui dengan kedatangan tujuh santriwatinya yang rata-rata di bawah umur bersama orang tuanya masing-masing ke Mapolres Bondowoso, kemarin. Mereka mendatangi penyidik Unit Perlindungan Anak untuk menjalani pemeriksaan.
Ketujuh santriwati itu mengaku disetubuhi oleh Fauzan untuk memuaskan nafsu bejatnya. ”Dia itu tidak pantas menyandang gelar kiai. Kalau kiai itu tidak akan berbuat memerkosa anak-anak didiknya. Dia cocok disebut penjahat kelamin,” ungkap salah seorang dari orang tua korban kemarin (14/2).
Para orang tua korban yang namanya enggan dikorankan itu menjelaskan, ketujuh korban yang merupakan anak kesayangan masing-masing orang tua mereka, sengaja dipondokkan ke ponpes milik Fauzan. Sebab, warga sekitar Prajekan sangat taat dan hormat kepada orang tua Fauzan yang merupakan kiai panutan. ”Namun sejak kepemimpinan ponpes dipegang oleh Fauzan ternyata perilaku Fauzan jauh berbeda dengan bapaknya yang merupakan kiai panutan di Prajekan dan sekitarnya,” katanya.
Ternyata, para santriwati itu dipaksa untuk melayani hawa nafsu Fauzan. Bahkan, karena takutnya, para santriwati hanya diam dan bungkam selama bertahun-tahun. ”Fauzan ini melakukan kejahatan seksual selama bertahun-tahun. Namun, anak-anak ini diam selama bertahun-tahun karena takut,” katanya.
Ternyata, korban pemerkosaan yang dilakukan kiai bejat itu bukan hanya seorang saja, namun banyak yang jadi korban. ”Saat ini yang melaporkan kejahatan Fauzan ini tujuh orang,” katanya. Salah seorang santriwati yang kini duduk di bangku kelas 2 MTs di ponpes kiai itu mengatakan disetubuhi Fauzan saat duduk di bangku kelas 5 MI. Bahkan, selama bertahun-tahun korban bungkam karena takut diancam oleh Fauzan. “Saat ini saya berani lapor ke polisi, apalagi banyak teman saya yang dicabuli Fauzan,” katanya.
Modusnya kata santriwati itu, Fauzan sengaja memanggil dirinya ke kediamannya. Lalu, Fauzan mengatakan untuk membebaskan orang tua korban dari pengaruh ilmu magic atau ilmu hitam. Saat korban mengiyakan untuk meminta bantuan Fauzan menghilangkan ilmu hitam, tiba-tiba korban sudah tidak sadar dan berada di dalam kamar Fauzan.
Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Mulyono membenarkan adanya laporan dari para orang tua korban tersebut. Karena itu, penyidik memanggil dan memeriksa mereka. ‘’ Penyidik sengaja memanggil para korban untuk dimintai keterangan dan divisum di RS Bayangkara,’’katanya.
Jawa Pos (15/02/14)
