SMPN 1 Bondowoso Raih Anugerah Sekolah Berintegritas Penyelenggaraan Unas

SMPN 1 Bondowoso Raih Anugerah Sekolah Berintegritas Penyelenggaraan Unas
Pak Gendot (dua dari kiri, berdiri), mewakili Kepala SMPN 1 Bondowoso Mahin saat menerima Anugerah Sekolah Berintegritas dari Jokowi beberapa waktu lalu

Presiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi kepada SMPN 1 Bondowoso, yakni sertifikat penghargaan “Anugerah Sekolah Berintegritas dalam Penyelenggaraan Ujian Nasional”. Dari 200 ribu lembaga SMP/SMA/SMK se-Indonesia, hanya ada 503 sekolah yang mendapatkan anugerah itu.

Suasana penuh keceriaan tampak memancar di SMP Negeri 1 Bondowoso. Para guru dan ratusan siswa pantas bergembira. Hal itu setelah lembaganya mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo berupa “Anugerah Sekolah Berintegritas dalam Penyelenggaraan Ujian Nasional”.

Kementrian Pendidikan Nasional menilai SMP Negeri 1 Bondowoso sebagai sekolah yang jujur dalam penyelenggaraan Ujian Nasional selama lima tahun ini. "Atas dasar penilaian dari tim penilai Kementrian Pendidikan Nasional itu, SMP Negeri 1 berhak memperoleh penghargaan itu," kata Ahmad Mahin, Kepala SMP Negeri 1 Bondowoso, kemarin (5/1).

Mahin menjelaskan, penilaian itu berdasarkan kejujuran dari siswa dan guru saat pelaksanaan ujian nasional. Bahkan, pemerintah pusat melakukan penilaian selama lima tahun terakhir pelaksanaan ujian nasional. "Ternyata SMP Negeri 1 Bondowoso menerima penghargaan sekolah berintegritas bersama 502 sekolah lainnya se-Indonesia," katanya.

Untuk mendapatkan penghargaan itu tentu tidak mudah. "Sebab kami harus bersaing dengan ratusan ribu sekolah se-Indonesia." ungkapnya. Namun begitu, kata Mahin, pihaknya memang menerapkan kejujuran kepada semua siswa dan guru. "Dalam melaksanakan ujian nasional, siswa harus bekerja mandiri dan tidak boleh menggantungkan nasib kepada orang lain. Siswa harus percaya diri dan mengerjakan soal ujian nasional dengan jujur," paparnya.

Namun karena para siswa SMP Negeri 1 Bondowoso sudah menyiapkan diri dengan baik maka mereka dengan mudah menyelesaikan soal-soal ujian nasional dengan baik dan menghasilkan nilai tinggi. "Mereka banyak yang diterima di SMA favorit di Bondowoso, Jember bahkan di Malang," jelasnya.

Selain itu, dalam proses belajar mengajar setiap harinya, para guru selalu mengingatkan kepada siswanya untuk berlaku jujur. "Jangan melakukan kecurangan dalam mengerjakan soal. Tetapi harus berjuang dengan kemampuan sendiri dalam mengerjakan soal. Itulah yang namanya jujur,” tukasnya.

Pihak sekolah bahkan menjalankan kantin kejujuran. Karena kantin kejujuran bisa melatih para siswa untuk berlaku jujur. "Setiap siswa tinggal menaruh uang ke dalam kotak yang disediakan setelah mengambil makanan dan minuman. Dan kantin kejujuran ini melatih siswa untuk berlaku jujur," katanya.

Di samping itu, pihak sekolah akan memberlakukan penyematan pita biru bagi siswa-siswi yang terbukti melakukan kecurangan saat ujian. "Kalau ada siswa yang ketangkap basah menyontek, maka akan diberi pita biru yang ditempel di saku bajunya. Itu akan membuat efek jera bagi siswa yang suka contek. Namun, ini masih akan disosialisasikan ke para siswa," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Endang Hardiyanti mengatakan ia menyambut dengan suka cita atas prestasi yang diraih oleh SMP Negeri 1 Bondowoso atas penganugerahan sekolah berintegerasi dari Presiden Joko Widodo. "Karena tidak semua sekolah mendapatkan penghargaan itu," katanya.

Oleh sebab itu, Endang berharap prestasi tersebut dicontoh oleh sekolah lainnya yang ada di Bondowoso. "Semua sekolah di Bondowoso wajib untuk melakukan kejujuran saat pelaksanaan ujian nasional. Karena, itu membentuk karakter yang baik bagi siswa kelak." katanya.

Apalagi penghargaan sekolah berintegritas itu, merupakan upaya Mendiknas RI Anis Baswedan uniuk membentuk karakter para pelajar Indonesia. "Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih SMP Negeri 1 Bondowoso," pungkasnya.

 - Radar Ijen, 06/01/16