Polres Bondowoso Buka-bukaan Anggaran, Setahun Telan Biaya Rp 61 Miliar

Polres Bondowoso Buka-bukaan Anggaran, Setahun Telan Biaya Rp 61 Miliar

BONDOWOSO – Setidaknya dibutuhkan anggaran Rp 61 miliar sebagai dana operasional Polres Bondowoso pada 2016 ini. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Djadjuli dalam sosialisassi DIPA/RKA-KL Tahun 2016 serta penandatanganan pakta integritas di gedung serbaguna Polres Bondowoso, kemarin (31/12).

Dalam sambutannya Kapolres, menyampaikan sekarang adalah informasi mulai terbuka dan transparan. Begitu juga anggaran kepolisian. "Dulu rapat seperti ini tertutup, sekarang terbuka. Semua bisa tahu anggaran Polres dalam setahun," ungkapnya. Sehingga dia sengaja membahas anggaran tersebut dengan mengundang awak media. Agar betul-betul transparan, karena media juga diberikan ruang gerak untuk melakukan pengawasan dalam anggaran tersebut.

Lanjut Djadjuli, biaya operasional Polres Bondowoso untuk tahun 2016 setidaknya Rp 61 miliar lebih. Jumlah tersebut, kata dia, meningkat 12 persen atau setara dengan Rp 7 Miliar dibanding tahun 2015. Menurutnya peningkatan anggaran tersebut menjadi beban moral bagi dirinya sebagai top leader.

"Secara normal, kalau anggaran naik kita senang. Tapi secara moral ada beban tersendiri," katanya. Sebab, ketika anggaran naik, tetapi kinerja sama dengan tahun kemarin, apalagi merosot, itu memalukan.

Menurutnya, angka sebesar Rp 61 miliar yang digelontorkan Mabes Polri pada Polres Bondowoso bukan hanya untuk kegiatan operasional. Tapi dana sebesar itu, juga digunakan untuk membayar gaji anggota. Ketika ditanya kegiatan yang paling besar menyerap anggaran, perwira kelahiran Klakah Lumajang ini mengatakan, Babinkamtibmas. "Kegiatan ini setahun menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih," tambahnya.

Anggaran Satreskrim juga tergolong besar. Karena satuan ini bertanggung jawab untuk mengungkap kasus kriminal, baik atas laporan masyarakat, maupun temuan Polisi sendiri. "Aman atau tidaknya Bondowoso, tergantung sejauh mana Satreskrim memberikan efek jera kepada seluruh pelaku tindak kriminal," ucapnya. Meski begitu, untuk 2015 angka criminal menurun dibanding Tahun 2014.

Sementara untuk membangun kantor Polsek kurang layak, di 2016 ini, sementara ditunda atau tidak direalisasikan. Sebab jatah untuk pembagunan Polsek tersebut dialihkan ke Lumajang dan Madura. Mabes hanya menggelontorkan biaya pemeliharaan seluruh Polsek yang ada di Bondowoso sebesar Rp 15 juta setahun. Bahkan untuk sarana telepon dan air, dibebankan pada masing-masing Polsek.

Di hari yang sama, juga ada upacara pelantikan pangkat baru dari 71 anggota Polres Bondowoso yang naik pangkat. Diantaranya, satu personil dari pangkat Iptu ke AKP, 19 dari pangkat Ipda ke Iptu, 8 personil dari Aipda ke Aiptu, 11 anggota Bripka ke Aipda, 25 anggota dari Brigadir ke Bripka, dan 8 anggota dari Briptu ke Brigadir.

- Radar Ijen, 02/01/16