Perayaan Malam Tahun Baru ala Persada Agung

Persada Agung - Bondowoso

Hataman Menulis Al-Quran hingga Doa Bersama.

Perayaan tahun baru selalu identik dengan pesta kembang api. Tapi di Bondowoso, Persaudaraan Antar Guru Ngaji (Persada Agung) punya cara beda. Mereka merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang lebih menyejukan hati.

Pagi 31 Desember 2015, alun-alun Bondowoso berbeda dengan pagi biasanya. Anak-anak yang biasanya pergi sekolah, mulai bermain di pusat kota tersebut. Begitu juga dengan para pedang terompet yang siap menjajakan mainan khas yang selalu ada di malam pergantian tahun.

Yang tampak menonjol adanya panggung di belakang Radio Mahardika. Backdrop bertuliskan doa bersama dan 91 anak mengenakan sarung begitu mencuri perhatian. Nyatanya anak-anak tersebut sedang antre khitanan masal. Mereka semakin terhibur dengan salawat nabi dari TNI jamiiyah Yon Armed Jember. Tak hanya itu saja, kegiatan sosial di akhir tahun 2015, tersebut ada pengobatan gratis dan donor darah.

Acara tak sampai di sana saja, usai salat Duhur di Masjid At-Taqwa, ribuan orang melakukan khotmil atau hataman Al-Quran. Hataman yang biasanya dilafalkan, kali ini sedikit berbeda. Kegiatan itu bertema Khotmil Al-Quran Bil Qolam atau hataman dengan menulis, tidak lagi membacakan. "Sudah ada kerangkanya, tinggal menebali saja. Semua bisa melakukan ini," kata KH Ayyub Saiful Rijal, pendiri dan penggagas Persada Agung.

Acara hataman berupa menulis, menurut kiai yang akrab disapa Gus Syef tersebut, didasari karena mulai jarang ada orang bisa menulis ayat suci Al-Quran. Padahal mereka itu bisa membacanya sampai hafal.

"Al-Fatihah hafal, tapi menulis banyak yang tak bisa," tambahnya. Acara yang digelar oleh guru ngaji ini, kata dia, sebetulnya bukan untuk perayaan tahun baru melainkan maulud nabi, sekaligus mengenang haul 6 Tahun KH Abdurahman Wahid atau yang dikenal Gus Dur.

Malam tiba, guru-guru ngaji tersebut tidak berhenti sampai disitu saja. Justru acara inti berlangsung, yakni dzikir, istighotsah, pembacaan surat Yasin, tahlil, salawat nabi, dan hiburan musik gambus menemani sampai pergantian tahun dari 2015 menuju 2016.

Acara menginspirasi, sebagai umat manusia di malam perayaan pergantian tahun, tidak hanya pesta pora, atau kembang api. Tapi bagiamana berkontribusi untuk bangsa lewat berdoa bersama. "Malam tahun baru 2014, juga melakukan doa juga," kata Gus Gus Syef

Sementara ketua PGRI Bondowoso, Bambang Sutjipto, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya membentengi moralitas generasi muda dalam mengahadapi tantangan virus-virus negatif yang menyebar di berbagai lini kehidupan. "Kita tahu sendiri, kenakalan remaja kini menghantui pelajar Bondowoso," tambahnya.

Bondowoso, tambah pria asal Surabaya ini, telah memiliki Perda pendidikan dan telah dilaksanakan melalui baca dan tulis Al-Quran di sekolah-sekolah. Hal itu bisa meningkatkan fungsi musala di sekolah, sekaligus untuk laboratorium spritual dengan beragam kegiatan riil keagamaan agar jiwa siswa jadi insan yang taqwa kepada Tuhannya.

- Radar Ijen, 02/01/16