Tiga Dokter Lolos Seleksi Lelang Jabatan Kepala Dinas Kesehatan
![]() |
| Lelang Jabatan / liputan6.com |
BONDOWOSO - Setelah melalui proses tahapan seleksi yang cukup panjang, tim panitia seleksi (pansel) akhirnya memilih tiga dokter sebagai kandidat kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Ketiganya adalah dr Muhamad Imron (plt Dinkes), dr M Yasin (Wadir RSU Dr Koesnadi) dan dr Siti Nurul dari Probolinggo. Sedangkan ketiga calon lainnya, drg Ratna Sari Dewi (Puskesmas Maesan), drg Danti (Puskesmas Curahdami) dan M Ridwan (RSU dr Koesnadi) dinyatakan gugur.
Ketua tim pansel Hidayat mengatakan, pihaknya segera mengirimkan ketiga nama dokter yang lolos test lelang jabatan ke pemerintah pusat. "Tim Pansel meminta rekomendasi ke pemerintah pusat," katanya, kemarin (1/1).
Setelah rekomendasi turun, kata Hidayat, pihaknya akan menyerahkan ketiga nama dokter ke bupati. Selanjutnya, bupati yang akan memilih salah satu dari ketiga nama kandidat untuk mengisi jabatan yang kosong di Dinkes. "Bapak bupati yang akan memilih salah satu dari ketiga nama itu," terang pria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) ini.
Hidayat menambahkan seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan. Di antaranya, melalui proses pengumuman secara terbuka lewat portal online BKD Bondowoso. Selain itu, melalui proses administrasi, seleksi kompetensi, kesehatan, asesemen dan wawancara. "Keenam kandidat sudah melalui tahapan itu," ujarnya.
Namun sambil menunggu keputusan bupati untuk memilih kepala Dinkes yang baru, maka dalam menjalankan kegiatan di Dinkes, masih dipercayakan kepada dr M lmron sebagai plt Dinkes. "Dr Imron tetap ditunjuk sebagai Plt," katanya. Sampai saat ini kegiatan yang dijalankan oleh Plt Dinkes tetap berjalan normal. "Kita tunggu saja kepala Dinkes yang akan ditunjuk Bapak bupati," katanya.
Tim Pansel sendiri terdiri dari Sekda (ketua), kepala BKD Wawan Setiawan (sekretaris), dan tiga orang profesional dari luar Pemkab. "Mereka ada yang dari kalangan akedemisi, dan unsur masyarakat," jelasnya. Hidayat mengatakan, dengan adanya UU ASN, maka untuk menjadi kepala SKPD harus lewat lelang jabatan. Dengan demikian, diharapkan terpilih kandidat yang memang sesuai dengan kompetensinya. "Kalau kandidat itu sesuai kompetensinya, maka organisasi yang dipimpinnya akan maju," pungkasnya.
- Radar Ijen, 02/01/16
