Ata dan Egi, Kakak Beradik yang Kampayekan Keselamatan di Jalan Raya

Ata dan Egi, Kakak Beradik yang Kampayekan Keselamatan di Jalan Raya

Anak sekolah mengenakan sepeda pancal saja pakai helm, masak yang tua tidak pakai helm? Itulah pesan yang disampaikan oleh Ata dan Egi, dua murid SD Islam Terpadu Bondowoso yang saban hari mengkampanyekan keselamatan di jalan.

Siang itu di Jl. A Yani Bondowoso, dua murid SD yang naik sepeda pancal menyita perhatian para penguna jalan. Memakai sepeda lipat, siswa SD Islam Terpadu (SD IT) itu menjadi penguna jalan paling lambat dibandingkan motor dan mobil yang banyak melintas. Nyatanya yang jadi perhatian adalah cukup memakai helm.

Bila berada di traffic light tidak sedikit orang bertanya kepadanya. "Lho rumahnya dimana, dari sekolah mana. Kembar ya, hebat," ucap penguna motor. Ekspresi biasa saja, lantaran sudah capek mulai pagi di sekolah. Kakak beradik Anatasya Naliftha Fazkadiafta dan Regina Nafisha Fitkadiafta itu menuju rumahnya di Jl A Yani. Sesampai di rumah, keduanya langsung merapikan sepeda. "Ayo dek, ganti seragamnya dan bantu ayah," ucap Juli Ardianto, orang tua dari dua bocah tersebut.

Anatasya Naliftha Fazkadiafta panggilan akrabnya Ata dan Regina Nafisha Fitkadiafta sapaannya Egi mulai di didik oleh orang tuanya lebih mandiri berangkat sekolah dengan memakai sepeda. Menurut Juli, anak sekarang berbeda dengan dulu. Jika zaman sekolahnya, menuju sekolah banyak perjuangan jalan kaki ratusan meter bahkan ada yang berkilo-kilometer. Tapi, sekarang lebih enak anak sekolah tinggal duduk di sekolah tanpa ada perjuangan menuju sekolah. "Kalau ada perjuangan pasti mereka tidak menyepelekan sekolah," imbuhnya.

Juli merasa tidak tega dua buah hatinya tersebut harus naik sepeda ke sekolah. "Awalnya ya diantarkan. Saya repot dan ibunya repot, akhirnya beranikan diri sekaligus mendidik anak," katanya. Sudah barang tentu, Juli ingin bagaimana anaknya lebih safety di jalan dengan memakai helm. "Harga helmnya saja sama bahkan lebih mahal dari helm motor, " paparnya.

Maksud memberikan keamanan lebih terhadap Egi dan Ata. Nyatanya banyak orang yang terinspirasi terkait keselamatan di jalan raya. Awal memakai sepeda dengan helm lengkap pada pertengahan 2013, Ala dan Egi sering di ajak ngomong sama guru dan orang tua wali murid SD IT. "Cerita anak saya. Kalau, mereka dibilang guru. Kok pinter pakai helm," paparnya.

Ata yang duduk di kelas 4 dan Egi kelas 3, menyampaikan awalnya merasa aneh banyak orang memperhatikannya. Bahkan ada penguna mobil berwarna putih berkaca hitam pekat, tiba-tiba membuka kaca pintu mengatakan, hebat, teruskan ya.

Kampaye keselamatan di jalan dengan memakai helm, tidak harus menyebarkan brosur atau aksi. Tapi, memberikan contoh. Itulah setidaknya, kegiatan bersepeda menuju sekolah yang dilakukan kakak beradik Egi dan Ata ini.

Juli juga cukup prihatin, masyarakat Bondowoso pengendara motor di Bondowoso tidak memakai helm. "Anak kecil saja pakai helm, masak orang dewasa gak pakai helm. Itulah yang ingin saya sampaikan," pungakasnya.

- Radar Ijen, 14/01/16