Warga Tambang Batuan Solor
CERMEE - Kondisi geografis Desa Solor Kecamatan Cermee yang berbatu, membuat desa itu kaya akan bahan material. Tak heran, jika sebagian masyarakat Desa Solor memanfaatkan area Solor untuk ditambang dan diambil batunya. Warga menambang area perbukitan yang mengandung batu paras untuk dijadaikan bahan bangunan. Batu-batu paras itu dipotong-potong seperti batu bata untuk dijadikan pagar rumah atau hiasan rumah.
Beberapa ruas jalan yang kanan kirinya ada bukit sengaja dimanfaatkan untuk digali. Warga menggunakan mesin sederhana untuk mengambil bongkahan batu padas dengan cara memotong menjadi bagian kecil menggunakan alat mesin pemotong. Bahkan, bekas-bekas penambangan terlihat seperti bangunan kuno. "Itu sudah lama dilakukan warga Solor," ujar Saipul, 45, seorang warga Solor.
Bahkan banyak warga yang memanfaatkan alam yang berbatu itu untuk mata pencaharian. Sebab, alam Solor yang berbatu padas memang kaya akan bebatuan. “Batu-batu padas ini digunakan untuk membangun rumah. Mereka menjualnya hingga ke Situbondo dan Bondowoso kota," katanya.
Alam Solor yang bermedan berat itu memang terjal, di kanan kirinya terdapat bebatuan ukuran besar yang bersusun. Diduga kuat, proses alam yang membuat kawasan Solor dipenuhi banyak bukit berbatu.
"Di sini ada tempat wisata batu So’on Solor," kata Supandi. Wisata batu So’on Solor kerap dikunjungi masyarakat Bondowoso dan luar Bondowoso. "Mereka kerap menjadikan Batu So’on Solor sebagai obyek foto-foto. Dan, obyek batu So’on Solor ini memang bagus," katanya.
Namun infrastruktur di jalan desa Solor sangat memprihantikan karena memang medannya sulit. Namun, pemkab Bondowoso akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 5 M. “Semoga dana itu segera cair dan pemkab bisa segera membuat jalan aspal dan bagus di desa Solor ini. Warga akan menunggu pemkab untuk segera melakukan pembangunan di Solor ini,” katanya.
- Radar Ijen, 26/12/15
