Warga Cermee Segel Kantor Desa
![]() |
| Kantor disegel warga masyarakat / antarariau.com |
CERMEE - Ditengarai kecewa dengan proses hukum di Pengadilan Negeri Bondowoso, sekelompok warga yang kontra kepala desa Cermee Sutrisno, menyegel balai desa Cermee, kemarin (10/12). Mereka juga sempat memukul Sutrisno, kepala desa setempat. Akibatnya, suasana di Desa Cermee memanas, sebab massa kontra dan pro kepala desa saling berhadapan. Namun, pihak kepolisian langsung turun tangan mengamankan situasi yang memanas itu.
Kapolres AKBP Djadjuli mengatakan, kemarahan warga Cermee merupakan akumulasi bentuk kekecewaan. Sebab, saat mereka sudah berada di Pengadilan Negeri Bondowoso, sidang terkait pilkades Cermee ditunda. "Karena kuasa hukum dari pihak kepala desa tidak datang, akhirnya hakim menunda sidang," katanya.
Tak ayal, kekesalan warga Cermee yang merasa dipersulit terkait pelaksanaan sidang, membuat warga marah. Saat mereka pulang ke Cermee, warga melakukan menyegel dan memukul kades. "Tentu saja, pemukulan dan penyegelan ini sudah masuk ranah kriminal, tentu, hal ini akan diproses secara hukum," ujarnya. Oleh sebab itu, kapolres berharap warga untuk membuka kembali segel dan warga yang memukul kepala desa wajib datang ke polres. "Kami ingin masalah ini segera clear." terangnya.
Asisten 1 Agung Tri Handono, mengatakan begitu ada permasalahan pelik itu, pihaknya langsung meluncur ke Cermee. Bahkan, bersama camat Cermee dan kapolsek Cermee serta kapolres ikut meredakan ketegangan itu. "Saya sangat setuju dengan kebijakan yang dilakukan kapolres," katanya.
Sebab , kata Agung, kapolres meminta warga untuk menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin. "Bahkan kapolres meminta kepada warga yang melakukan penyegelan dan pemukulan kepala desa untuk datang ke polres. Karena polisi ingin menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan. Kami sangat mendukung langkah itu," katanya.
Sementara itu, suasana di PN Bondowoso pagi kemarin cukup ramai untuk melihat sidang lanjutan perkara sengketa pilkades Cermee. Namun, majelis hakim menunda sidang dengan alasan kuasa hokum kepala desa Cermee tidak datang. Akibatnya, warga yang kontra kepala desa Cermee marah. Mereka yang naik truk dari PN Bondowoso menuju ke Desa Cermee, langsung meluapkan kemarahannya. Warga langsung menyegel kantor balai desa. Bahkan, sekelompok warga Cermee melakukan pemukulan kepada kepala desa Cermee Sutrisno.
- Radar Ijen, 11/12/15
