Angin Puting Beliung Rusakkan 139 Rumah
![]() |
| Salah satu rumah warga di Desa Tangsil yang rusak akibat dihantam pirang beliung |
BONDOWOSO – Datangnya musim penghujan selalu diikuti dengan terpaan angin puting beliung. Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, sejak November hingga saat ini ada 139 rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung.
Saifuddin Suhri, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso mengatakan terjangan angin puting beliung berdasarkan laporan warga sudah terjadi sejak Oktober dan September. Namun saat itu, belum ada kerugian material atau kerusakan bangunan. Awal angin lesus yang memporak-porandakan rumah penduduk terjadi 13 November lalu, di Tangsil dan sebagian Taman Krocok. Setidaknya 104 rumah warga mengalami kerusakan.
Setelah kejadian itu, juga ada sekolah TK di Kecamatan Cermee yang rusak akibat puting beliung. Selama hujan dua bulan terakhir ini, baru satu rumah mengalami rusak berat dan rata dengan tanah di Desa Gentong, Taman Krocok. "Di Gentong, ada 34 rumah rusak, salah satunya rata dengan tanah," tambahnya.
Berkaca dari kejadian selama dua bulan ini, BPBD juga lebih sigap jika ada hujan lebat disertai angin. Menurut Suhri, warga kota juga perlu waspada terhadap angin muter tersebut. Sebab, seluruh kecamatan di Bondowoso yang terdiri dari 23 kecamatan memiliki potensi bencana angin puting beliung.
Apalagi, kata dia, masih banyak rumah yang terbuat dari gedek, khususnya yang berada di pedesaan. Sehingga, angin akan lebih mudah memporak-porandakan rumah hingga rata tanah. Lanjut Suhri, angin puting beliung menjadi salah satu bencana yang sulit diprediksi. Dalam early warning system (EWS) atau alat peringatan dini bencana, yang bisa dipantau adalah bencana longsor, gempa, dan tsunami. "Kalau bencana Gunung Berapi tak hanya EWS saja, peringatan dininya gunung itu lengkap.
Penyebab terjadinya putting beliung, tambah Suhri, karena adanya perbedaan suhu yang mencolok panas ke dingin atau sebaliknya antara satu tempat ke tempat lain. "Ada perbedaan panas dan dingin, ini penyebab adanya angin puting beliung," katanya. Sehingga awal dan akhir musim pengujan memiliki potensi tinggi. Ditambah lagi, hujan di Bondowoso belum rata. "Daerah Tapen sampai Prajekan jarang hujan," ucapnya. Tak salah, selama ini angin puting beliung tercatat di daerah sekitar Tapen, yakni Wonosari dan Taman Krocok.
Jika ada bangunan rusak parah akibat bencana puting beliung atau bencana apa saja, BPBD ada dana siap pakai. Di mana mekanisme melalui kades masing-masing. "Dana siap pakai ini, 10 persen dari total kerusakan. Tapi tetap pengajuan melewati kades," tambahnya. Lanjut Suhri, ketika ada bencana petugas BPBD juga menaksir nilai kerusakan sehingga bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan aturan.
Jika angin puting beliung datang, menurut dia, warga tak boleh panik terlebih dahulu. "Kalau dari jauh tahu ada pusat angin berputar segera mengetahui mengarah kemana dan lari ketempat yang aman," ucapnya.
Jika berada di dalam rumah, kata dia, paling baik adalah keluar ke lahan terbuka jauh dari rumah, pohon, dan tiang listrik. Jika tak bisa keluar dari rumah saat angin puting beliung terjadi, lebih baik berlindung ke pojok bangunan dengan melindungi bagian kepala. Karena bisa jadi genteng bisa runtuh begitu saja. "Kalau rumah itu dari gedek, ya keluar saja jangan di dalam rumah," tambahnya.
Sementara di awal penghujan ini, juga ada bencana banjir bandang di Desa Suger Lor, Maesan. Dimana terdapati satu orang meninggal dunia.
- Radar Ijen, 11/12/15
