Tak Ada Ijin Lingkungan, SDIT KIC Bondowoso Disoal Warga
BONDOWOSO – Keberadaan SDIT Kuntum Insan Cemerlang (KIC) Bondowoso di Jl. S Parman Gg Prajurit No 61, Kelurahan Badean, Kota, ini disoal oleh warga sekitar. Sekolah ini dinilai tidak memiliki ijin lingkungan terdampak bangunan. Selain itu, warga juga mengeluhkan karena keberadaan sekolah ini membuat jalan lingkungan menjadi ramai pengendara dan mengganggu warga.
Menurut Matkur Damiri, salah seorang warga sekitar, pihaknya bersama warga yang lain sempat melakukan protes ke Kantor Pelayanan Perljinan Terpadu. Protes yang disampaikan antara satu warga dengan warga yang lain berbeda-beda. "Termasuk keluhan warga soal jalan lingkungan yang menjadi ramai hingga ijin lingkungan yang tidak dilakukan pihak sekolah," ujarnya kepada sejumlah wartawan kemarin (7/12).
Padahal, aturan yang dia ketahui, menurut Matkur, untuk bangunan berlantai tiga itu harus ada ijin lingkungan. Sementara hingga saat ini, warga yang berada di sekitar sekolah tidak pernah diajak bicara ataupun dimintai tandatangan. "Ternyata warga yang diminta ijin bukan warga sekitar yang terdampak bangunan langsung, melainkan warga yang lokasinya jauh," tambahnya.
Dia bersama warga yang lain merasa khawatir karena bangunan berlantai tiga itu konstruksinya tidak tepat dan dikhawatirkan rawan ambruk. Itu karena bangunan yang saat ini disulap menjadi lantai tiga merupakan pagar yang bersebelahan langsung dengan rumah perkampungan warga.
Secara teknis, lanjut dia, tidak bisa lantai tiga hanya disuntik begitu saja karena mulanya hanya bangunan pagar biasa. Hal itulah yang menurutnya dikhawatirkan warga. "Bagaimana kalau ada angin dan ambruk sudah pasti mengenai rumah saya dan warga yang ada di sekitarnya," keluhnya.
Dia juga menyesalkan sikap sekolah karena tidak pernah menggubris aspirasi warga sebagai tetangga. Bahkan pihak pengelola justru menantang warga yang memprotes keberdaan SDIT ini. Sehingga etika bertetangga yang dilakukan pihak pengelola dinilai kurang oleh warga.
Bahkan, baru-baru ini saat hujan turun disertai angin mulai dirasakan dampaknya. Salah satunya adalah genteng yang jatuh mengenai rumahnya. Tidak menutup kemungkinan, gedungnya juga bisa ambruk saat diterpa angin karena konstruksinya tidak tepat. Untuk itu, dia bersama warga meminta adanya kajian ulang penerbitan IMB untuk sekolah tersebut.
"Harus dikaji ulang ketika proses administrasi dengan syarat harus minta ijin lingkungan tidak dipenuhi," harapnya. Dia juga meminta pemerintah bisa menarik kembali IMB yang sempat dikeluarkan karena bermasalah tersebut," ujarnya.
Sementara itu, saat didatangai ke sekolah kemarin, sudah tidak ada lagi pengelola sekolah sehingga belum ada konfirmasi yang diberikan.
- Radar Ijen, 08/12/15 -
