Melihat Kampung Durian di Desa Sukowono - Pujer

Kampung Durian di Desa Sukowono - Pujer

Kawasan Pujer dan Tlogosari dikenal sebagai penghasil buah durian. Banyak lahan milik warga yang ditanami pohon durian. Saat musim panen tiba, Januari dan Pebruari, mereka tinggal memetik keuntungan karena banyak pembeli yang membeli durian langsung dari kebun.

Cuaca di sebuah kawasan perbukitan di Desa Sukowono Kecamatan Pujer siang itu cukup cerah. Kondisi topografi yang berada di perbukitan naik turun membuat orang yang berjalan menuju kebun durian milik Hafid, 42, seorang petani, ngos-ngosan. Tetapi, setelah sampai di kebun durian, lelah yang dialami mereka yang ingin membeli durian langsung lenyap.

Sebab, ratusan pohon durian yang tumbuh di kebun milik Hafid, semuanya berbuah. "Karena saat ini musim awal panen durian." kata Hafid yang juga modin di desanya itu. Menurut dia, mereka yang membeli durian langsung dari kebunnya itu bukan saja dari Bondowoso saja namun pejabat dari kabupaten tetangga, yakni Situbondo kerap datang ke kebunnya yang terletak diatas bukit. "Pak Dadang (bupati Situbondo, red) datang langsung ke sini untuk membeli durian dikebun saya," katanya.

Selain itu, anggota kepolisian sering datang ke kebun durian miliknya untuk memborong buah durian. "Karna buah durian di kebun saya, rasanya manis. Ada juga yang rasanya pahit manis, ada yang berasa seperti susu," jelasnya.

Hafid menjelaskan pohon durian miliknya berjumlah sekitar 300-an. Pohon durian yang berumur puluhan tahun itu tersebar di lahannya yang cukup luas. "Warga datang ke sini membeli langsung dengan harga bervariasi. Namun, karena saat ini baru musim awal panen, harganya agak mahal," katanya. Sebuah durian bisa dihargai Rp 50 ribu. "Karena ukurannya besar dan rasanya manis," katanya.

Selain itu, banyak pula warga yang tinggal di kawasan itu yang memiliki pohon durian. "Karena hamper semua menanam pohon durian. Selain itu, lahannya sangat cocok untuk durian," katanya. Tak ayal, jika sepanjang jalan raya Pujer dan Tlogosari banyak yang jualan durian. "Karena durian itu memetik sendiri dari pohon mereka. Lalu, mereka menjualnya ke masyarakat yang lalu lalang dijalan," katanya.

Beberapa tokoh masyarakat Tlogosari mengatakan kawasan itu cocok dijadikan sebagai agrowisata durian. Bahkan, kalau perlu ada pameran atau kontes durian di Pujer dan Tlogosari. Kontes itu, harus melibatkan ratusan petani durian dari Pujer dan Tlogosari. "Musim panen durian ini sebagai momentum untuk mengangkat potensi wisata durian," kata salah seorang tokoh masyarakat.

Bahkan, tokoh masyarakat siap berpartisipasi dalam acara itu. "Kami akan menjualkan durian itu ke pejabat agar durian itu diborong saat pameran," katanya. Apalagi, pemkab saat ini getol menjual pariwisatanya. "Nantinya durian ini sebagai daya tarik bagi para wisatawan," katanya.

- Radar Ijen, 28/12/15