Libur Panjang, Sempol Dibanjiri Wisatawan
SEMPOL - Libur panjang pekan kemarin benar-benar dinikmati oleh wisatawan untuk mengeksplorasi sejumlah objek wisata di kawasan Sempol. Banyak wisatawan dari luar daerah yang begitu terpesona dengan keindahan alam yang ditawarkan oleh kawasan ini.
Salah satu objek yang menjadi jujugan adalah Puncak Megasari, Sempol. Selain sebagai site paralayang, kawasan perbukitan yang terletak di sebelah barat Sempol ini menawarkan view point untuk menikmati indahnya matahari terbit (sunrise). Mereka yang dating kemarin cukup beruntung karena cuaca begitu bagus. Sehingga sunrise yang muncul dari balik gunung Ijen cukup indah dinikmati.
Salah satu pengunjung yang datang ke Megasari adalah Rama, dari Jember. "Saya penasaran ke Puncak Megasari ini. Karena kabarnya, view-nya cukup bagus. Dan ternyata benar," ungkapnya.
Dia pun mengaku cukup menikmati keindahan yang ditawarkan oleh Megasari ini. Selain bisa melihat kawasan Sempol dan perkebunan kopi dari ketinggian, dia juga bisa melihat keindahan alam sekitarnya.
Dari puncak Megasari ini, pengunjung juga bisa melihat gunung Ijen, Kawah Wurung, dan gunung Suket. Kendati begitu, kata dia, ada sejumlah kekurangan yang masih harus dibenahi untuk pengembangan Puncak Megasari ini. Misalnya ketersediaan fasilitas dasar, seperti toilet dan musalla. Termasuk juga akses jalan ke Puncak Megasari yang masih perlu dibenahi.
Kemarin, ada juga sejumlah mahasiswa dari Jember yang bermalam di Puncak Megasari. Mereka sengaja menginap untuk bisa menikmati sunrise di pagi hari. Dengan membawa tenda, mereka tampak begitu gembira bermalam di Megasari.
Indahnya pemandangan Puncak Megasari semakin lengkap dengan atraksi udara yang ditampilkan oleh komunitas Elang Ijen Paragliding, kemarin. Para pilot paralayang yang merupakan atlet dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bondowoso itu tengah berlatih ketepatan teknik mendarat (KTM).
Selain di Megasari, pengunjung juga banyak membanjiri sejumlah objek lain di kawasan Sempol. Di Kawah Wurung, misalnya, banyak pengunjung dari luar daerah yang datang, baik bersama keluarga maupun dengan teman-temannya.
Menurut Fathur, salah satu pemuda yang mengelola Kawah Wurung, pada liburan panjang kali ini, jumlah kunjungan memang mengalami peningkatan dari hari-hari biasanya. "Peningkatan kunjungan sangat signifikan," ungkapnya.
Di Kawah Wurung sendiri, pemerintah daerah juga sudah membenahi infrastruktur yang ada. Jalur menuju ke Kawah Wurung via Curah Macan juga semakin bagus. Sejumlah tanjakan yang sebelumnya terjal kini sudah dirabat beton. Hal itu tentu semakin memudahkan pengunjung untuk bisa mencapai lokasi. Selain itu, sejumlah fasilitas dasar, seperti toilet dan musala, juga sudah tersedia.
Iswahyudi, ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) mengungkapkan, Sempol memang memiliki pesona yang luar biasa. "Hanya di satu kecamatan saja, ada banyak sekali objek wisata yang ditawarkan oleh kawasan ini," ungkapnya.
Kendati begitu, kata dia, salah satu yang kini harus fokus digarap oleh pemerintah daerah adalah infrastruktur ke kawasan ini. Baik itu akses jalan maupun sarana dan prasarana di objek itu sendiri.
"Secara brand, kawasan Sempol ini sudah sangat kuat. Karena juga didukung dengan adanya kawah Ijen yang sudah masyhur di dunia. Namun jika sarana dan prasarananya juga tidak memadai, maka akan sulit untuk cepat berkembang," ungkapnya.
Untuk itulah, kata dia, yang perlu dilakukan pemerintah daerah selaku pemegang kebijakan saat ini adalah akselerasi atau percepatan pengembangan wisata. Salah satunya dengan perbaikan infrastruktur dan sarana parasarana. "Jika itu dilakukan, kita bisa berharap Sempol bisa menjadi tulang punggung pariwisata Bondowoso untuk selanjutnya mengkerek objek-objek lain di Bondowoso," pungkasnya.
- Radar Ijen, 28/12/15
