Medco Mulai Eksplorasi Geothermal di Sempol

Medco Mulai Eksplorasi Geothermal di Sempol
Wabup Salwa Arifin dan Sekda Hidayat bersama petinggi PT Medco Cahaya Geothermal meninjau langsung lokasi sumur pengeboran di dusun Curah Macan, Kalianyar, Sempol. kemarin (15/12).

SEMPOL - Kabupaten Bondowoso, khususnya di kawasan Sempol, ternyata menyimpan energi panas bumi yang cukup besar. Jika dikonversi menjadi energi listrik, diperkirakan mampu memproduksi hingga 110 Mega Watt. Adanya potensi panas bumi itu, membuat investor PT Medco Cahaya Geothermal Jakarta melakukan eksplorasi dengan tujuan untuk membangkitkan tenaga listrik panas bumi di bumi Bondowoso.

Direktur Utama PT Medco Cahaya Geothermal Priandika Permana pun telah melakukan penandatangan komitmen dan sosialisasi eksplorasi slim hole lapangan panas bumi Blawan Ijen. MoU bersama Bupati Bondowoso Amin Said Husni itu dilakukan di Pendopo Bupati, Senin malam (14/12).

Dalam sambutannya, Amin berharap agar PT Medco Cahaya Geothermal merekrut pekerja dari Bondowoso ketika sudah beroperasi kelak. "Jangan sampai merekrut pekerja dari luar Bondowoso. Kecuali jika pekerja yang dibutuhkan itu tidak ada spesifikasinya di Bondowoso," katanya.

Selain itu, kata Amin, jika sumur panas bumi di wilayah Dusun Curahmacan, Desa Kalianyar itu benar-benar ditemukan dan dioperasikan, maka PT Medco wajib memberikan aliran listrik ke masyarakat Bondowoso. "Jadi masyarakat Bondowoso harus mendapatkan penerangan listrik lebih dahulu. Setelah itu, aliran listrik bisa dijual ke luar Bondowoso" katanya.

Di sela-sela pidatonya, Amin bergurau jika ternyata di dalam perut bumi dengan kedalaman dua ribu meter itu terdapat uang. "Karena menyimpan tenaga panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk aliran listrik," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Medco Cahaya Geothermal Priandika Permana mengatakan pihaknya akan melakukan pengeboran slim hole untuk mengetahui potensi panas bumi. "Kami akan membuat sumur atau slim hole dengan diameter 2 inci dan kedalaman dua ribu meter. Hal itu dilakukan untuk mencari sumber panas bumi," katanya.

Namun pihaknya menjamin pengeboran itu dilakukan dengan cara aman atau ramah lingkungan. Karena ini bukan pengeboran tambang seperti batu bara, gas bumi atau minyak bumi. "Bahkan kami sudah melakukan upaya khusus agar pengeboran ini tidak merusak lingkungan dan merugikan manusia," katanya.

Dia menambahkan, kegiatan itu untuk memastikan tingkat keasaman air. Sebab Kawah Ijen yang berdekatan dengan lokasi pengeboran itu mengandung air kawah yang asam. "Kita semua tahu jika kandungan air kawah di Ijen itu asam," katanya. Oleh karena itu, kata Priandika, jika pengeboran sumur atau slim hole ternyata ditemukan kandungan air yang bersifat asam maka itu akan membuat alat-alat rusak. "Sebab terjadi korosi (karat red)," katanya.

Namun jika pengeboran slim hole ini berhasil menemukan sumur panas bumi, maka pihaknya akan melakukan eksplorasi. Bahkan Priandika mengatakan biaya produksi untuk pembuatan sumur mencapai 300 juta US Dolar. "Kami akan mendapatkan tenaga panas bumi sebesar 110 mega watt," katanya.

Adanya eksplorasi oleh Medco itu menjadi perhatian tersendiri bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Jatim, khususnya terkait dengan pelebaran jalan. Kabag Umum UPT PU dan Bina Marga Jatim di Bondowoso Abdurahman, mengungkapkan jika akses jalan yang menghubungkan Kawah Ijen atau ke Banyuwangi lewat Sempol adalah kewenangan dari PU Bina Marga Jatim. Adanya Medco yang akan mengeksplorasi panas bumi di Kawasan Gunung Ijen, atau Kecamatan Sempol, tentu membutuhkan infrastrukter jalan agar proyek tersebut berjalan.

Lebar jalan ke arah Sempol tersebut akan menjadi 15 meter dari jalan sebelumnya yang kurang lebih hanya 6,5 meter. Untuk titik mana saja yang akan dilebarkan secara rinci juga tergantung dengan Medco sendiri. Pelebaran jalan itu dilakukan karena alat berat dan beragam kendaraan terkait eksplorasi panas bumi mulai berdatangan. "Kalau lebar enam meter, dilewati alat berat itu kurang," paparnya.

Namun dia sendiri masih belum tahu pasti kapan pelebaran itu dilakukan. "Menunggu dari Medco juga," paparnya. Pelebaran tersebut, tambah dia, akan dikerjakan melalui dua kementrian. Di antaranya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementrian Kehutanan. Kementrian Kehutanan sendiri dilibatkan terkait pembukaan dan pembebasan hutan.

Sementara Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Adi Winarno di waktu berbeda pernah mengatakan lahan Pertani yang terkena pelebaran jalan maupun eksplorasi geothermal tidak masalah. "Kalau bu Mentri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbahaya bilang iya, ya semua Perhutani juga iya, pelebaran jalan juga untuk negara," pungkasnya.

- Radar Ijen, 16/12/15