Dinas Pendidikan Bondowoso Dirikan 13 Satap
![]() |
| Program Pendidikan Satap di Bondowoso, dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan dalam satu atap / © indonesiaunicef.blogspot.co.id |
Anak-anak usia sekolah yang tinggal di kawasan terpencil, kini tidak lagi mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan. Sebab Dinas Pendidikan (Dispendik) telah membuat 13 sekolah satu atap (satap) yang tersebar di kawasan terpencil bahkan sulit dijangkau. Antara lain, di Desa Suco Lor Kecamatan Maesan, Desa Wonosari Kecamatan Grujugan, Desa Sukowono Kecamatan Pujer, Desa Solor Kecamatan Cermee, dan beberapa desa lainnya.
Kepala Dispendik Endang Hardiyanti mengatakan, sekolah satu atap itu memang berdiri di kawasan terpencil. Sebelumnya masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pendidikan. "Kini dengan berdirinya satap, yang terdiri dari TK, SD dan SMP dalam satu lokasi, maka para orang tua tidak perlu susah lagi. Sebab mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah satu atap yang ada di desanya," terangnya.
Endang menambahkan lokasi berdirinya satap di daerah yang bermedan sulit. Dan masyarakat selalu menghadapi kesulitan karena kondis alam. "Untuk menampung anak-anak mereka agar mau sekolah, maka didirikanlah satap ini," katanya. Namun proses pendirian satap ini butuh proses lama. "Awalnya hanya ada TK atau SD. Saat ini sudah ada SMP yang berlokasi di satu tempat," katanya.
Selain itu, kepala sekolah satap ikut mengajar bersama para guru negeri dan sukwan. Sebab, satap harus memiliki guru yang berkualitas. "Jadi anak-anak itu diajar oleh guru yang memiliki kemampuan yang sama dengan guru di kota," katanya.
Bahkan Endang merasa optimis kepada para siswa-siswi satap. "Mereka kini mau belajar dengan motivasi tinggi. Karena fasilitas gedung dan buku-buku sudah tersedia di sekolah," katanya, juga, para siswa itu bisa menikmati pendidikan tanpa membayar.
- Radar Ijen, 16/12/15
