Bondowoso Meraih Penghargaan sebagai Kabupaten Sehat 2015

Bondowoso Meraih Penghargaan sebagai Kabupaten Sehat 2015
Bupati Bondowoso Amin Said Husni bersama kepala Bappeda Matsakur (kiri) dan kepala Dinas Kesehatan M. Imron (kanan) mengangkat piala Swasti Saba Pandapa

Bondowoso mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moloek sebagai Kabupaten Sehat 2015. Untuk mendapatkan penghargaan ini tidaklah mudah. Masyarakat Bondowoso harus membiasakan diri melakukan pola hidup bersih sehat (PHBS).

Sejuknya ruangan di pendopo kemarin berbanding lurus dengan suasana hati masyarakatnya. Bupati Amin Said Husni mendapatkan penghargaan 'Swasti Saba Padapa' dari Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek. Piala itu langsung diterima bupati Amin dari Menkes di Jakarta. Sebab, Bondowoso merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang dinyatakan sebagai KabupatenSehat2015. "Alhamdulilah, Bondowoso berhasil meraih prestasi sebagai Kabupaten Sehat 2015," kata bupati Amin.

Untuk meraih prestasi yang membanggakan itu tidaklah mudah. Sebab, masyarakat sendirilah yang harus sadar untuk hidup sehat. Namun, untuk memotivasi masyarakat agar masyarakat hidup sehat, maka ada NGO atau Forum Bondowoso Sehat (FBS) yang terus mendampingi masyarakat untuk hidup sehat. Selain itu, ada peran dari Dinkes dan Bappeda Bondowoso untuk membantu FBS dan masyarakat Bondowoso untuk hidup sehat. "Ketiga unsur ini, yakni masyarakat, FBS dan SKPD bersinergi menciptakan kondisi masyarakat Bondowoso yang sehat," jelasnya.

Amin menambahkan dalam penilaian sebagai kabupaten sehat 2015 ada dua tatanan. Yakni, tatanan sarana dan prasarana dan tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri.

Untuk tatanan sarana dan prasarana, Bondowoso mengajukan SDN Dabasah III dan SMPN 7 Bondowoso untuk dinilai oleh tim penilai dari Kementrian Kesehatan RI. Sedangkan, untuk tatanan masyarakat sehat mandiri, Bondowoso mengajukan Desa Mangli Pujer dan Kelurahan Kademangan untuk dinilai.

Selanjutnya, Amin menjelaskan untuk tatanan sarana dan prasarana, maka tim penilai melakukan penilaian di SD Dabasah III dan SMP Negeri 7 terkait dengan cara pengolahan sampah sekolah, kebersihan lingkungan sekolah, penggunaan air bersih, jamban sekolah, dan beberapa criteria lainnya. "Sekolah yang diajukan ini, harus berhasil mengantongi nilai tertinggi dalam setiap itemnya. Alhamdulillah, dua sekolah itu lolos dengan nilai tinggi," katanya.

Selain itu, dua desa/kelurahan yakni Desa Mangli Pujer dan Kelurahan Kademangan RT 26 Bondowoso juga dinilai dengan beberapa kriteria yang hampir sama. "Di tempat tinggal masyarakat itu harus bebas polusi, harus ada pengolahan sampah organik dan non organik, harus ada toga (tanaman obat keluarga), kebiasaan cuci tangan,” katanya. Bahkan di Desa Mangli, masyarakatnya memproduksi tanaman toga serta sayur mayur yang diletakan di polibag. “Mereka menjual tanaman itu ke luar desanya," katanya.

Hal itulah yang membuat Kementrian Kesehatan RI memberikan penilaian tinggi dan menyatakan Bondowoso sebagai Kabupaten Sehat 2015 di Indonesia. Sementara itu, Kapala Dinkes M Imron dan Kepala Bappeda Matsakur merasa bersyukur. Sebab, sebagai kepala SKPD yang bersinergi dengan Forum Bondowoso Sehat yang diketuai Abdurahman serta masyarakat berhasil menjadikan Bondowoso sehat. "Alhamdulilah, Dinkes yang terus mendorong dan memotivasi masyarakat untuk hidup sehat akhirnya berhasil," katanya.

- Radar Ijen, 30/12/15