Hidden Paradise in Bondowoso

Kawah Ijen - Hidden Paradise in Bondowoso

Kendati tak memiliki pantai, pesona Bondowoso memiliki sejuta pesona alam dan budaya yang luar biasa. Dengan berbekal tenaga dari kopi terbaik Indonesia, kami mulai menjelajahi keindahan daerah tapal kuda di Jawa Timur.

Eksotisme alamnya yang masih perawan menawarkan sajian menawan yang bisa memanjakan penikmatnya. Ketika menginjakkan kaki di Bondowoso, Anda seakan langsung terbebas dari irama kota modern yang ramai dan masuk dalam kearifan lokal masyarakat Jawa.

Luangkanlah waktu untuk menjelajah pesona alam dan budaya Bondowoso yang luar biasa. Dengan bertemankan Slamet dan Daniel, kami mulai dengan menjelajah perkebunan kopi Jampit dan Blawan di daerah Kalisat. Udara pegunungan yang sejuk membawa aroma manis dari buah-buahan kopi arabika yang baru dipetik, membuat tergoda untuk menikmati secangkir kopi. Apalagi kopi arabika Jampit dan Blawan dikenal di mancanegara dengan Java Coffee. Kopi ini sangat mantap dengan rasa pahit dan masam, berbeda dengan kopi robusta yang hanya terasa pahit.

Selelah merasa bugar karena kopi, kami pun melanjutkan perjalanan melewati sisi gunung yang tinggi untuk menikmati pagi di Kawah Ijen dan Kawah Wurung. Untuk mencapai Kawah Wurung, kami harus melewati padang sabana yang luas dengan pemadangan bukit-bukit kecil yang berselimutkan hijaunya rerumputan.

Kawah Wurung - Hidden Paradise in Bondowoso

Rasa letih kami saat mendaki akhirnya terbayar lunas dengan keindahan panorama Kawah Wurung yang sangat indah. Dari sana pula kami dapat menyaksikan kemegahan Gunung Raung dan Kawah ljen. Beruntung kami dapat sampai puncak saat cuaca masih cerah karena biasanya ketika siang kabut turun dan udara berubah dingin.

Ternyata kami tidak sendiri, sejumlah atlet pemula paralayang dan gantole tengah berlatih terbang di atas Kawah Wurung. Puas menikmati keindahannya, kami pun bergegas turun untuk menikmati pesona alam Bondowoso lainnya, seperti pemandian air panas dan pemandian Damar Wulan, air terjun Blawan, air terjun Puloagung, dan menikmati arung jeram Bosamba.

Tidak cukup menjelajahi Bondowoso dalam waktu 2 hari. Masih banyak destinasi menarik yang sayang dilewatkan. Kami pun menancapkan tekad untuk kembali mengunjungi kota ini, guna mendatangi berbagai lokasi yang keindahannya tak bisa ditemukan di tempat lain.

* * * * *

While it doesn't have golden beaches, Bondowoso offers exceptional natural and cultural attractions that make the destination a paradise in its very own way. We explore this beautiful region of East Java, known for its rich, energising coffee.

Its exotic, untouched nature offers breathtaking views for all visitors to enjoy. As soon as you set foot in Bondowoso, you immediately feel free of the hectic pace of urban cities and immersed in the local Javanese culture.

Take the time to explore the natural and cultural offerings of this beautiful town. Accompanied by Slamet and Daniel, we began our exploration in the coffee plantations of Jampit and Blawan in Kalisat. Fresh mountain air that carries the sweet aroma of freshly picked Arabica coffee beans beckons one to enjoy a fresh cup of coffee in the stunning plantation surrounds. The Arabica coffee from lampit and Blawan is internationally known as Java coffee. It is strong, bitter, with a hint of sour notes, unlike the purely bitter, robusta coffee.


Bumi Blawan - Hidden Paradise in Bondowoso

Refreshed by the coffee, we continued our journey through the higher elevations of the mountain to enjoy the rest of our morning at the Ijen Crater and Wurung Crater. To reach the Wurung Crater, we had to cross a wide savannah with views of small rolling hills of green in the distance.

Our hours of trekking were rewarded with the beautiful panoramas of Wurung Crater. From here we could also see the majestic Raung Mountain and Ijen Crater. We were lucky enough to be welcomed by bright clear skies as afternoons are often cold and foggy with limited visibility.


Batik handycraft - Hidden Paradise in Bondowoso

We were not alone: this is a popular spot for amateur paragliders and hang-gliders to train as the Wurung Crater affords such a stunning landscape views. Moving on, we made our way down to enjoy Bondowoso's other natural attractions, including the Damar Wulan hot spring and bathing pool, Blawan waterfall, Puloagung waterfall, and Bosamba rapids.

Two days are not nearly enough to explore Bondowoso. There are many more amazing adventures to be had here. I promise myself I will return to this quaint town to discover more of its unique experiences.



- Majalah Colours Garuda Indonesia October 2015