Mas Isman Pejuang Dari Bondowoso yang Jadi Pahlawan Nasional

Mas Isman
Mas Isman bantentimes.com

Mas Isman, Lahir pada 1 Januari 1924 di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Mas Isman dibesarkan oleh Bapak Kasdan Darmowasito dan Ibu Ratnawijati. Keluarga bersahaja, yang mengamalkan ajaran hidup yang bersahaja pula, Tepo seliro itulah ajaranya.

Mas Isman Pendiri Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong (Kosgoro), Inisiator dan Komandan BKR/TKR Pelajar Surabaya (1945-1946), Inisiator dan Komandan TRIP Jawa Timur (1946-1950). Secara resmi ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Kamis (11/15/2015) ia adalah sosok yang memiliki peran penting dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Presiden Joko Widodo menjadikan Mas Isman sebagai salah satu pahlawan nasional. Perjuangannya lewat Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) sangat dikenal dalam sejarah perjuangan Indonesia.

KOSGORO adalah Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong yang berdiri pada tahun 1957. Kosgoro merupakan salah satu KINO (Kelompok Induk Organisasi), disamping SOKSI dan MKGR, yang melahirkan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 20 Oktober 1964. Kino-kino tersebut pada tahun 1970 mengeluarkan keputusan bersama untuk ikut menjadi peserta pemilihan umum melalui satu nama dan tanda gambar yaitu Golongan Karya (GOLKAR). Logo yang menjadi tanda gambar GOLKAR sejak Pemilu tersebut tetap dipertahankan hingga sekarang. KOSGORO didirikan oleh Mas Isman (Ayah dari Hayono Isman/ Ex Menpora RI), Mas Isman adalah Ex Komandan pejuang Tentara Pelajar Jawa Timur/ TRIP, KOSGORO memiliki semboyan Tri Dharma : yaitu : Pengabdian,Kerakyatan dan Solidaritas. Dalam Organisasi Kosgoro terdiri : Gerakan Mahasiswa Kosgoro (GEMA), Generasi Muda Kosgoro (GM),Badan Musyawarah Pengusaha Swasta (BAMUHAS),Wanita Kosgoro (WK), Lembaga Bantuan Hukum Kosgoro (LBH) dan Pelajar Kosgoro. (sumber : Buku "Pedoman Perjuangan" oleh Mas Isman) id.wikipedia.org

Mas Isman  berasal dari keluarga kalangan priyai menengah, sehingga bisa menempuh pendidikan di Purwokerto, Cirebon, Malang dan Surabaya. Sebagai pelajar, Mas Isman turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah melalui Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). yang saat ini di jadikan nama Jalan. Jalan Mastrip antara Bondowoso menuju Jember.

Nama Mas Isman diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu. Tim yang dibentuk sudah banyak mengumpulkan berbagai bukti yang diperlukan. Triyanto, sebagai Ketua Tim Pelaksana pengusulan Mas Isman sebagai Pahlawan Nasional.

Secara administrasi, pengajuan Mas Isman menjadi Pahlawan Nasional, dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Malang. Lalu meminta rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur, untuk dilanjutkan ke dewan gelar dan Kementerian Sosial.

Banyak syarat administrasi dan dokumen pendukung yang diperlukan untuk melengkapi pengajuan tersebut. TP2GD Kota Malang dipilih karena dinilai sebagai pusat perjuangan pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar yang dibentuk Mas Isman. Sisa-sisa perjuangan Mas Isman di Malang, saat ini diketahui dari adaanya 35 makam pelajar pejuang yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Selain itu, di Malang juga sudah berdiri monumen perjuangan untuk mengenang Pejuang timesindonesia.co.id

Pengukuhan Pahlawan Nasional ini, merupakan kebanggaan dan memberi makna bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso. Kediaman (Alm) Mas Isman semasa kecil di Taman Kanak-Kanak Mas TRIP, Taman Kanak-Kanak Mas TRIP ini didirikan oleh Paguyuban Mas TRIP Kabupaten Bondowoso pada tahun 1990. Berdiri di atas lahan 1.525 m2, sekolah yang terletak di Jalan Mas TRIP No. 43, Desa Pancoran, Kabupaten Bondowoso madiknas.com

Riwayat pekerjaan Mas Isman, Inisiator dan Komandan BKR/TKR Pelajar Surabaya (1945-1946), Inisiator dan Komandan TRIP Jawa Timur (1946-1950), Inisiator dan motor penggerak "People Defence" (1946-1950), Pendiri KOSGORO (1957), Kepala Perwakilan RI untuk Rangoon (1959-1960), Asisten VI Pangad (1978-1982), Anggota DPR/MPR RI (1978-1982). Delegasi RI untuk PBB (1958), Duta Besar untuk Thailand (1960-1964), Duta Besar RI untuk Mesir (1964-1968). antaranews.com 

(Ib)