Jalur Evakuasi Raung Terlalu Sempit

Pembagian Masker di kawasan Gunung Raung
Petugas memberikan masker kepada masyarakat di kawasan terdampak abu vulkanik gunung Raung kemarin. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.

BONDOWOSO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso bersama Muspida, mulai menyiapkan rencana konlijensi bencana Gunung Raung. Langkah itu untuk menyikapi stastus siaga (level III) di gunung setinggi 3.323 mdpl yang ditetapkan kemarin (29/6). Sayangnya jalur evakusi masih kurang layak karena jalan lurlalu sempit.

Kukuh Trijatmoko kepala BPBD Bondowoso yang memantau langsung di desa terdampak Gunung Raung mengatakan, untuk status Gunung Raung menjadi siaga bukan pertama kali dirasakan. Sebelumnya pada tahun 2012 hal yang sama juga pernah terjadi. Sehingga, rencana konjitensi pada tahun 2012 tersebut dievaluasi menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Dari sana ada pemetaan untuk penentuan peletakan sarana dan prasarana mulai dari tenda pengunsian, dapur, sampai toilet portable.

Namun rencana jalur evakuasi masih menemukan kendala, yakni kondisi jalan yang terlalu sempit. "Jalan terlalu sempit, hanya bisa satu kendaraan roda empat," ucapnya. Sehingga kata dia, akan memakai sistem buka tutup untuk kendaraan sebagai mobilisasi para pengungsi nanti. "Untuk hilir dan hulu nanti akan ada petugas yang membawa radio, agar tidak saling bertabrakan antara mobil turun atau naik," katanya.

Selain itu, kata dia, masih banyak jalur evakuasi yang belum diberi arah ke tempat yang lebih aman. Untuk pemasangan penunjuk arah tersebut menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat. Tapi sosialisasi tentang jalur tersebut ke masyarakat sudah dilakukan berserta membagikan masker dan memperdayakan tokoh masyarakat setempat. Kukuh menambahkan, rencana kedepan BPBD Bondowoso akan melakukan simulasi letusan Gunung Raung. Simulasi perlu dilakukan supaya masyarakat siap untuk melindungi diri ketika sewaktu-waktu Raung meletus. Dia berhadap agar masyarakat lebih waspada tapi tetap tenang.

Setelah membagikan masker dan mengecek jalur evakuasi, Selasa (30/6/2015) BPBD Bondowoso mendirikan tenda pengungsian. BPBD mendirikan lima tenda, yakni tiga unit di Kecamatan Sumber Wringin dan dua unit di Kecamatan Tlogosari.

Tenda itu nantinya bukan untuk pengungsian utama, namun sebagai lokasi alternatif jika pengungsian permanen yang telah ditentukan tidak mencukupi. BPBD telah menetapkan tiga lokasi sebagai tempat pengungsian utama jika Raung meletus, yakni SMPN 1 Sumber Wringin, Balai Benih Ikan Sumber Wringin, dan Pesanggrahan Sumber Wringin.

Sementara itu, Camat Sumber Wringin Taufan mengatakan, peningkatan status raung menjadi siaga pihaknya akan bergerak cepat melakukan sosialisasi serta mempertegas warganya agar tidak terlalu mendekat ke Gunung Raung. Selain itu, dia juga akan menutup jalur pendakian ke Gunung dengan kaldera terbesar se Pulau Jawa tersebut.

Kemarin saja, kata dia, memang ada lima pendaki dari Bandung yang ingin naik ke Gunung Suket. Meski Gunung Suket tak masuk radius aman tiga kilometer dari pusat Gunung Raung, tapi Taufan tetap tidak memperbolehkan pendakian.

Senada dengan hal itu, Endang Supiyati petugas penjaga ijin pendakian di base camp Gunung Raung mengatakan ada dua kelompok pemuda dari Bandung yang berada di tempanya. Satu yang ingin meneliti potensi panas bumi, sementara satu lagi ingin mendaki ke Gunung Suket

Namun untuk lima pendaki dari Bandung yang ingin ke Gunung Suket tidak memperbolehkan. Karena hampir tidak ada pendaki yang disini tujuan ke Gunung Suket, tapi ke Gunung Raung. "Kalau ke Gunung Suket lebih dekat lewat Sempol. Pendaki yang ke Gunung Suket lewat sini, hampir rata-rata karena kesasar," jelasnya.

Untuk pendaki yang terakhir ke Raung adalah empat orang dari Surabaya dan sebelum bulan puasa. Radius aman tiga kilometer dari kawah, kata dia, sekitar di Pondok Mayit di jalur pendakian Gunung Raung.

Sementara Kapolres Bondowoso AKBP Djadjuli yang turut memeriksa jalur evakuasi serta memberikan masker akan menerjunkan anggota kepolisian Bondowoso untuk berjaga di lokasi jalur evakuasi. Hal itu agar pengaturan antara mobil yang hendak naik atau turun akan lebih mudah. Penjagaan juga akan dilakukan di beberapa titik rawan seperti Dusun Legan, Sepanas dan Tol-tol. Penjagaan ini agar masyarakat tidak panic serta mengantisipasi adanya pendaki yang mencoba naik ke kawah gunung Raung.


- Radar Ijen, 30/06/15 -