Raung Kembali Meraung Muntahkan Pijaran Api
![]() |
| Semburan lava pijar dari kawah Gunung Raung (Senin, 30/06/2015) |
BONDOWOSO - Dentuman keras dan letupan abu vulkanik dari Gunung Raung mengejutkan warga setempat Minggu malam (29/6). Gunung yang awalnya berstatus waspada itu pun langsung dinaikkan statusnya menjadi siaga. Selain itu, lima desa di Bondowoso juga terkena dampak langsung dari hujan abu vulkanik Gunung Raung tersebut.
Peningkatan aktifitas Gunung Raung, menurut Hendri Widotomo Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso, dirasakan pada 24 Juni kemarin. Dimana dari satelit Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada tujuh titik api di pusat kawah gunung tersebut. Kemudian suara gemuruh meningkat pada Minggu pagi 28 Juni, dan sekitar pukul 10.00 semburan abu vulkanik mulai dirasakan warga Kecamatan Sumberwringin dan Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari.
Puncaknya terjadi sekitar pukul 20.00, dentuman keras disertai abu vulkanik kembali terjadi. Bahkan, kata Hendri, suara dentuman tersebut sampai terdengar masyarakat Pujer dengan radius dari pusat gunung 20 kilometer. Tak hanya itu, dari pos pengamatan gunung berapi di Songgon, Banyuwangi terlihat jelas semburan lava pijar di puncak gunung tersebut.
Sementara kemarin pagi (29/6) sekitar 09.30, surat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi menjelaskan dengan peningkatan terus menerus dari Gunung Raung, status yang awalnya level II (waspada) naik menjadi level III atau siaga. Sehingga radius aman lebih di perlebar dari pucak gunung, yakni 3 kilometer.
Rohmantullah, warga Desa Sumber Wringin mengatakan, suara keras seperti petasan terjadi kurang lebih satu jam setelah salat tarawih. "Saya kira mercon, tapi kok lihat hujan abu semakin banyak," terangnya. Dia mengaku suara gemuruh, sering terdengar tapi suara keras tak ubahnya bom baru terdengar minggu malam kemarin.
Pada malam tersebut, abu dari Gunung Raung yang berwarna abu-abu mulai menganggu aktifitas warga setempat. Bahkan banyak warga lebih memilih berdiam diri di rumah dari pada keluar, karena mata terasa pedih.
Untuk lima desa yang terkena dampak dari meningkatnya Gunung Raung, kata Hendri, terdapat lima desa dari dua kecamatan. Antara lain Desa Sumber Wringin, Desa Rejo Agung dan Desa Desa Tegal Jati di Kecamatan Sumber Wringin. Sementara di Kecamatan Tlogosari, yang terkena imbas adalah Desa Gunosar dan Desa Karang Sengon.
Meskipun desa di Kecamatan Sumber Wringin lebih dekat dengan Gunung Raung sekitar 17 -15 kilometer. Namun untuk dampaknya lebih parah di dua desa di Kecamatan Tlogosari. Karena abu vulkanik berhembus ke arah desa tersebut Sedangkan potensi guguran lava pijar adalah ke Desa Karang Sengon. "Kalau di Sumber Wringin, dinding kaldera masih tebal dan tinggi ditambah lagi sedikit curam ke kawah Gunung Raung. Sedangkan di Desa Karang Sengon jalur lava pijar sudah terbentuk di sana," paparnya.
Lanjut Hendri, untuk hujan abu vulkanik sendiri, melihat seberapa banyak material yang dikeluarkan dan tingginya, juga arah angin dari mana. Jika arah angin ke Bondowoso, bisa jadi desa dekat Gunung Raung di wilayah Bondowoso akan terimbas hujan abu. Namun secara geologi, kata dia, dari tiga daerah Jember, Banyuwangi dan Bondowoso sendiri. Paling membahayakan dari erupsi Gunung Raung adalah Jember, yakni di Kecamatan Sumber Jambe. Karena dinding kaldera di sana tipis.
Sementara kemarin pagi, pegawai Kecamatan Sumber Wringin mulai membagikan masker ke masyarakat setempat yang hendak naik ke desa di atas atau sebaliknya. Taufan, Camat Sumber Wringin mengatakan, BPBD dan kodim pada malam 29 Juni setelah letupan cukup besar langsung datang dan membagikan masker. Namun untuk stok masker saat ini di Kecamatan sudah ada tambahan 4 ribu dari BPBD.
Dia mengakui letupan paling besar terjadi sekitar pukul 20.00. Bahkan semburan api pijar terlihat dari kantor Kecamatan Sumber Wringin. "Kalau suara gemuruh lima menit sekali sampai 10 menit sekali," paparnya. Jika terjadi erupsi Gunung Raung, sekitar 200 kepala keluarga akan di evakuasi dari enam dusun, dua desa. Antara lain, Dusun Toltol barat, Totol Timur, Cipanas di Desa Rejo Agung. Dusun Legend dan Darungan di Desa Sumber Wringin. Serta Dusun Bata dan Desa Tegal Jati.
Pembagian masker juga dilakukan oleh Polres, anggota TNI berserta BPBD. Kapolres Bondowoso AKBP Djadjuli bersama Kepala BPBD yang membagikan masker mengatakan masker tidak hanya untuk antisipasi pertama terhadap peningkatan aktifitas Gunung Raung saja. Namun untuk sosialisasi kepada masyarakat bagaimana yang harus dihadapi sekarang. Dia berharap peningkatan gunung berapi ini warga lebih tenang.
- Radar Ijen, 30/06/15 -
