Paguyuban Sepeda Kuno Gowes Bondowoso - Semarang PP

Anggota Paguyuban Sepeda Kuno Bondowoso
Anggota Paguyuban Sepeda Kuno Bondowoso (Paskob)

SEMARANG - Kenduri Nasional Onthelis yang berlangsung di Kota Lama Semarang, Sabtu (23/5), dihadiri komunitas sepeda tua se-Indonesia.

Ada yang dionthel langsung maupun diangkut menggunakan truk. Salah satu komunitas sepeda tua yang langsung mengonthel adalah Paguyuban Sepeda Kuno Bondowoso (Paskob) sejauh 1020 km pulang pergi.

Dengan delapan personil, mereka berangkat dari Bondowoso, Selasa (19/5) dengan menempuh rute Bondowoso-Probolinggo-Pasuruhan- Mojokerto-Babat-Bojonegoro–Cepu-Wirosari Purwodadi-Semarang dan sampai Semarang Sabtu (23/5) sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut Budi Suharto Ketua Paskob, tujuan ngonthel langsung dari Bondowoso ke Semarang untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar senang sepeda dan bersepeda.

“Dengan dibuktikan ngonthel ke Semarang ini belum tentu senang bersepeda tapi juga senang sepeda, tapi kalau senang sepeda pasti senang bersepeda, selain itu untuk menambah persaudaraan dengan komunitas onthelis lain di daerah,” katanya.

Selama perjalanan tidak ada rintangan, mereka membawa ban serep, pompa dan alat perbaikan selain juga perlengkapan pribadi. Paskop termuda berusia 18 tahun dan tertua 63 tahun.

Bambang Sugianto, Paskop tertua mengatakan mempunyai perhitungan untuk satu jam perjalanan rata-rata bisa ditempuh untuk jarak 10 km.

“Harapan untuk klub onthelis kedepan agar lebih semarak lagi dan terlebih generasi muda agar senang dengan sepeda kuno karena dulu sepeda kuno disia-siakan kasihan jika sepeda dibiarkan sampai berkarat,” himbaunya.

Mereka akan pulang ke Bondowoso, Minggu (24/5) setelah acara Kenduri Nasional Onthelis Semarang sekaligus pemecahan rekor Muri upacara bersepeda tua dengan pakaian tempo dulu terbanyak di Balaikota Semarang.

Untuk perjalanan pulang Paguyuban Sepeda Kuno Bondowoso (Paskob) akan melalui jalur berbeda dari keberangkatan yakni melalui jalur Pantura.

Sumber: