Gus Mad, Pengrajin Akik Asal Maesan Banjir Pesanan

Gus Mad, Pengrajin Akik Asal Bondowoso Banjir Pesanan

BONDOWOSO - Pecinta batu akik merambah ke seluruh lapisan tanah air. Mulai dari pelosok desa sampai ke kota, artinya batu akik menjadi perhatian khusus dalam segi perekonomian tanah air.

Gus Mad (40), pria asal Maesan Bondowoso, Jawa Timur, pengrajin batu akik yang menggeluti bidangnya selama 30 tahun. Walaupun dengan kekurangan cacat sejak kecil yaitu harus menjalani hidup dengan satu kaki. Hal ini tidak mensurutkan semangatnya untuk tidak tergantung sama orang lain.

Dengan peralatan serba tradisional, namun dengan ketelatenan dan keahliannya hingga batu akik bisa dibuatnya menjadi indah dan enak di pandang.

Gus Mad, saat di temui oleh Radaronline mengatakan sudah lama menekuni pekerjaan ini Mas. “Saya bukan pengrajin dadakan. Makanya,bisa di lihat hasil garapan saya,” terang Gus, dirumahnya, Senin (18/05/2015) pukul 15.00 WIB.

Batu -batu koleksi saya banyak masih dalam bentuk bongkahan. “Ada batu bacan, bulu macan, panca warna dan banyak pokoknya,” tambahnya,sambil menunjukkan batu bongkahannya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Faisol Abrori (35), pelanggan Gus Mad, asal Desa Suco Maesan yang bekerja sebagai PNS di Puskesmas Jambesari, Bondowoso , mengungkapkan bahwa saya sudah lama menjadi pelanggan Cak M sapaan akrab Gus Mad, hasilnya bagus . “Mas kalau menggarap batu akik, pokoknya di jamin puas deh,” pungkasnya, kepada Radaronline.

Sumber: