Prajurit Yonif 514/R Aktifkan Rumah Baca di Perbatasan
Nusa Tenggara Timur, InfoBondowoso.net - Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif 514/R Kostrad, yang kini bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Salah satu upaya yang dilakukan TNI adalah mengaktifkan kembali rumah baca yang sempat 'mati suri" karena tidak terurus, dengan mengadakan pembenahan menyeluruh dan menyediakan buku-buku bacaan yang bermanfaat untuk siswa SD-SMP yang dipusatkan di SD Naneklot, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Mayor (Inf) Muhamad Nas, melalui Komandan Pos Silawan, Lettu (Inf) Anam, kepada wartawan di Atambua mengatakan, kehadiran pasukan Yonif 514/R di perbatasan RI-RDTL, selain bertugas mengamankan wilayah NKRI, juga sangat peduli terhadap dunia pendidikan.
Dari hasil pengamatan lapangan, persoalan pendidikan untuk anak-anak di perbatasan dari waktu ke waktu harus terus diperhatikan. Dan, berkenaan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, pihaknya melakukan pembenahan terhadap rumah baca untuk para siswa di Desa Silawan.
"Wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, kami aktifkan kembali taman bacaan yang berada di SD Nanaeklot, Desa Silawan. Taman bacaan tersebut sudah lama tidak beroperasi dengan alasan buku-buku sudah lama tidak diperbarui dan beberapa buku sudah rusak. Melihat kondisi yang demikian, kami berinisiatif untuk membantu membenahinya kembali. Kebetulan kami di Pos Silawan mempunyai berbagai macam buku yang dibawa dari Bondowoso, Jawa Timur. Makanya kami berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan bantuan kurang lebih 500 buku yang terdiri dari buku pelajaran, buku bacaan anak, dan buku tentang pengetahuan umum," tutur Lettu Anam.
Menurutnya, taman bacaan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa SD Nanaeklot saja, tetapi warga sekitar juga diperbolehkan untuk menikmati fasilitas taman bacaan yang dinamai "Rumah Baca Sabadha" yang aktif kembali sejak tanggal 13 Februari 2015.
Salah seorang guru SD Nanaeklot, Dominggus, dan siswa kelas V, Maco (11), menyatakan rasa senang dan terima atas perhatian dari jajaran TNI Yonif 514/R Kostrad. mereka bergembira karena diaktifkannya kembali Rumah Baca Sabadha di SD Nanaeklot ini.
"Kami bisa manfaatkan waktu untuk baca-baca di saat jam istirahat. Terima kasih banyak bapak-bapak TNI dari Satgas Pamtas atas bantuannya, kami senang karena dapat banyak buku baru yang bagus yang berguna buat kami," ujar Maco.
Satgas Pamtas Yonif 514/R Kostrad menyiapkan prajuritnya untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Belu, NTT, tepatnya di PosMotaain atau dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Pos Mota’ain Kuburan yang merupakan salah satu pos pengamananan. Prajurit Kostrad secara rutin melaksanakan kegiatan mengajar di SD Inpres Motaain Kec.Tasifeto Timur Kab.Belu NTT.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dua kali dalam seminggu sejak prajurit menempati pos tanggal 1 Desember 2014 sampai 9 bulan ke depan dalam rangka membantu keterbatasan tenaga pengajar. Materi yang diajarkan selain membaca, menulis dan berhitung, juga diajarkan penanaman kedisiplinan dan rasa cinta tanah air kepada siswa.
Kegiatan pengajaran yang dilaksanakan oleh prajurit Pos Motaain Kuburan berawal dari keterbatasan tenaga pengajar SD Inpres Motaain, sehingga memunculkan inisiatif Danpos Motaain untuk memberikan bantuan mengajar dengan didukung adanya pembekalan Bimbingan Teknis Kurikulum 2012 dari Dinas Pendidikan sebelum pemberangkatan penugasan.
Tidak hanya bantuan mengajar, tapi juga memberikan buku pelajaran yang dibawa prajurit dari Bondowoso, Jawa Timur yang merupakan markas Yonif 514/R Kostrad. Para siswa merasa antusias karena gurunya berseragam baju loreng, sehingga menarik perhatian mereka. Ciri khas prajurit yang memiliki disiplin tinggi juga memotivasi mereka untuk meniru pola hidup disiplin dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Bahkan beberapa siswa seringkali berkata bahwa nanti kelak jika sudah besar ingin menjadi tentara.
“Mengajar anak-anak merupakan hal yang menyenangkan”. “Disamping meringankan beban tenaga pengajar SD Inpres Mota’ain, rasa rindu kepada keluarga di rumah dapat cukup terobati dengan adanya interaksi dengan siswa-siswa sekolah dasar”. “Saya merasa seperti mengajari anak saya sendiri, karena ini obat rindu saya kepada anak-anak di rumah yang sudah tidak bertemu selama 2 bulan” Kata Komandan Pos Mota’ain Sertu Abdul Latif.
Demikian pula Ibu Maria Goreti (30) Guru SD Inpres Mota’ain juga menyampaikan ucapan terima kasih. “Kami sebagai guru sangat memerlukan kehadiran bapak Satgas untuk ikut dalam mendidik siswa disini, karena guru jumlahnya kurang dan fasilitasnya masih banyak kekurangan”. Adanya kegiatan bantuan mengajar oleh prajurit kepada sekolah, mengantarkan tunas-tunas bangsa di perbatasan RI-RDTL dalam meraih cita-citanya.
