Kuliner Kampung Santapan Turis ke Kawah Ijen

Kuliner Kampung Santapan Turis ke Kawah Ijen
Masakan kampung (Ilustrasi) © alwzbemybaby.blogspot.com

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Jika Anda penggemar rekreasi pendakian, cobalah ke Kawah Ijen lewat jalur Bondowoso. Jangan lupa juga nikmati kulinernya sebelum memulai petualangan ke lokasi termasyhur dengan fenomena "blue fire" hingga ke mancanegara itu. Salah satunya adalah Warung Prasmanan yang dikelola oleh Muhyit.

Meski masakannya masakan kampung, namun Warung Prasmanan di Desa Gunung Anyar, kiri jalan dalam perjalanan dari Bondowoso ke Kawah Ijen ini selalu dipenuhi pengunjung, termasuk para turis asing.

Muhyit bersama istri dan para karyawannya akan memanjakan pegunjung dengan aneka sayur sehat ala pedesaan. Sayur-sayur itu selalu segar karena tidak dimasak sekaligus. Muhyit baru menambah sayur jika di raknya sudah habis. Begitu seterusnya. Sayur di warung ini boleh dibilang "gratis" karena berapapun pengunjung mengambilnya akan dihitung sama.

"Ndak masalah, karena sayur di sini murah dan orang pasti ada batasnya juga saat mengambil sayur," ucap Muhyit ketika ditanya apakah tidak rugi dengan cara itu.

Warung Prasmanan yang terletak sekitar 13 Km ke arah tenggara dari Kota Bondowoso itu menyediakan aneka sayur tumis dan kulupan di bagian rak bawah. Di rak itu pengunjung bisa makan sepuasnya. Muhyit hanya akan menghitung nasi dan sayur sepuasnya itu Rp5.000 dan baru dikenakan harga tambahan untuk lauk pauk yang ada di rak atas.

Kalau dulu pernah terkenal program kantin kejujuran di sekolah, Muhyit juga menerapkan itu. Muhyit mempersilakan pengunjung untuk mengambil sendiri tanpa ia awasi. Baru setelah selesai makan, pelanggan menyebut lauk yang dihabiskan beserta minumnya.

Muhyit mengaku tidak khawatir dengan sistem itu akan merugikan usahanya. Ia mengaku sangat percaya dengan kejujuran orang-orang yang berkunjung ke warungnya. Lelaki murah senyum yang berlatar belakang santri ini selalu menerapkan pola berikir positif dalam hidupnya, termasuk dalam mengelola usaha warung makan.

Untuk anak-anak, seringkali Muhyit tidak mengenakan harga. Biasanya hanya orang tuanya saja yang dikenakan ketentuan membayar. Alasannya, anak-anak sering hanya menghabiskan sedikit nasi dan juga sedikit lauk. "Mudah-mudahan itu menjadi sedekah saya, apalagi anak-anak kan masih belum ada dosanya," tuturnya.

Selain menyediakan aneka sayur yang menyehatkan, warung Muhyit juga menyediakan tiga macam nasi. Ada nasi putih, jagung dan dedak jagung. Pilihan nasi itu selain memanjakan selera, juga memberikan pilihan pengunjung yang tidak mengonsumsi beras karena alasan kesehatan.

Sejumlah penggemar kuliner mengaku belum pernah menemukan warung atau rumah makan yang menyediakan aneka sayur selengkap ini. Sambelnya juga ada dua pilihan, yaitu sambel goreng dan sambel segar untuk kulupan. Sambel segar ini juga selalu diganti dengan yang baru sehingga "fresh".

Marek Lnenicka, wisatawan asal Republik Ceko, mengaku suka dengan masakan di Warung Prasmanan. Terutama dia mengaku suka dengan sayurnya yang beragam.

"Saya juga makan lauk tempe juga," ujar turis yang pernah tinggal di Desa Wisata Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, ini.

Selain lokasi yang luas, di warung ini tersedia banyak gazebo yang membuat pengunjung nyaman menikmati kuliner ini dengan pemandangan terbuka. Tidak aneh jika banyak pengunjung datang berombongan beberapa mobil. Apalagi tempat untuk parkir mobil dan motor juga sangat luas.

Penasaran? Datanglah ke Bondowoso, kabupaten berhawa sejuk yang juga terkenal dengan legit tapainya ini.