Dewan Desak Bangun Pasar Darurat

Dewan Desak Bangun Pasar Darurat
PRIHATIN: Dua anggota DPRD Bondowoso melihat lokasi kebakaran pasar induk.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Terbakarnya Pasar Induk Bondowoso, mengundang Komisi II dan Graksi Ganas (Gerindra-Nasdem) mendatangi lokasi kebakaran, lumat pagi (12/9). Mereka adalah Ady Kriesna, anggota komisi II, Budi Hartono, serta enam anggota Fraksi Ganas, antara lain Supriyanto, Abdul Majid, Khalili, Adi Sasmito.

Ketua Komisi II Ady Kriesna minta agar pemkab segera merelokasi para pedagang yang tokonya terbakar. "Segera bikin pasar darurat untuk menampung pedagang. Dengan harapan, mereka bisa berjualan lagi," katanya. Bahkan, Ady meminta kepada dinas terkait untuk segera membuat kajian dan analisis untuk merenovasi pasar yang terbakar.

Selain itu, Ady Kriesna berharap agar dibangun kembali pasar induk yang desainnya aman dan anti dari kebakaran. "Apalagi, kebakaran sudah berkali-kali terjadi di Bondowoso," katanya.

Sementara itu, dari ratusan toko yang terbakar di lantai bawah, ternyata ada satu toko bernama Toko Indonesia yang selamat dari amukan jago merah. Toko yang menjual kitab suci Alquran dan hadis serta kitab itu, selamat. Meski kanan kiri tetangga toko habis terbakar. "Toko Indonesia aman dari amukan si jago merah," kata salah seorang warga.

Sebaliknya sebagian besar toko baik di lantai atas maupun bawah, terbakar habis. Bahkan, banyak pemilik toko yang histeris melihat kondisi tokonya habis terbakar. Apalagi, mereka sudah banyak keluar biaya untuk kulakan barang di Surabaya.

Beberapa pedagang yang pingsan dan menangis. Sebab, mereka membiayai tokonya dengan pinjam dana dari bank. "Kini semuanya sudah habis," ungkap Azwar Anas, pedagang di Pasar Induk Bondowoso.

***

Jika melihat jumlah pedagang di Pasar induk sendiri selama ini memang sudah melebihi kapasitas yang ada. Untuk lantai atas bangunan utama sebanyak 256 kios. Sementara di lantai bawah terdiri dari 267 kios. Kedua bagian tersebut semuanya ludes. Sementara sebanyak 38 toko di bagian depan masih aman.

Berdasarkan catatan UPT Pasar Induk, dari jumlah kios yang ada selama ini memang sudah tidak lagi mampu menampung membeludaknya jumlah pedagang. Di gedung utama, lanjut dia, terdiri dari 690 pedagang. 38 lainnya di toko bagian depan, 30 pedagang di sisi karetan dan 487 pedagang berada di pelataran pasar.

Terkait dengan kebakaran yang terjadi, banyak spekulasi yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah adanya unsur kesengajaan atas peristiwa tersebut. Karena beredar isu bahwa Kementerian Perdagangan telah siap mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk pendirian pasar baru di Bondowoso.

Namun begitu, hal itu dibantah oleh Miskadin, kepala UPT Pasar Diskoperidang Bondowoso. Menurutnya, pada 2013 lalu pasca kehadiran presiden SBY ke Bondowoso, pihaknya memang sempat mengajukan proposal ke Kemendag untuk pendirian pasar baru. Namun proposal tersebut ditolak karena tidak adanya anggaran.


- Jawa Pos, 13/09/14 -