Cat Ulang Gerbong Maut Menuai Kontroversi

Monumen Gerbong Maut
KONTROVERSI: Pekerja mengecat monumen Gerbong Maut pada akhir Juli lalu

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Pengecatan monumen Gerbong Maut dengan bermacam warna menuai kontroversi di masyarakat. Sejumlah kalangan menilai bahwa beragamnya warna membuat nilai historis monumen berkurang. Untuk itu, pemerintah diminta mengembalikan warna monumen ke warna asal. Yakni, hitam legam.

Sebagaimana diketahui, dalam tampilannya yang baru, monumen utama yang berupa sebuah gerbong kini putih lusuh, serupa warna gerbong kereta tua zaman dulu.

Sebanyak 13 patung para pejuang juga diwarnai mirip dengan profesinya. Ada yang putih seperti baju khas pak haji hingga cokelat mirip tentara pembela tanah air (Peta).

Fandi Sofyan, pengamat monumen asal Prajekan, menjelaskan bahwa tidak ada aturan baku terkait dengan pewarnaan monumen. Namun, berdasar estetika monumen di berbagai tempat, monumen biasanya putih atau hitam legam. ’’Kalau monumen berwarna-warni, kesannya seperti manekin,’’ ujar pria yang pernah menggarap sejumlah monumen di Jawa Tengah tersebut.

Dia menambahkan, kalau monumen memang harus diwarnai dengan aneka warna, tentu diperlukan penggalian sejarah yang lebih mendalam. Dengan demikian, warna-warna yang diterapkan pada monumen sesuai dengan sejarah aslinya. Misalnya, apakah benar warna gerbong di monumen tersebut putih pucat.

Sementara itu, Andi Hermanto, wakil ketua Komisi III DPRD Bondowoso, berharap warna monumen Gerbong Maut kembali ke warna asal. Pihaknya selaku mitra Badan Lingkungan Hidup (BLH) sebelumnya tidak pernah mengetahui pewarnaan monumen tersebut. Sebab, dalam pembahasan, anggaran yang disalurkan hanya untuk pemeliharaan.