Polisi Bakal Bongkar Makam Pelajar SMK Pertanian Tegalampel

Tersangka

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Untuk proses penyelidikan, polisi akan membongkar makam Yansi Ismiandi Eka Marhiantoni (16), pelajar SLTA yang meninggal sesaat setelah dianiaya ayah tirinya beberapa hari silam.

Polisi sebelumnya sudah mengamankan ayah tiri korban berinisial SS (44), warga Kelurahan Badean Rt 07 Rw 01 Kecamatan Bondowoso. Polisi juga memeriksa hasil dari rumah sakit tentang kondisi korban saat dirawat dan pemeriksaan sejumlah saksi. Dan akhirnya pria berprofesi sopir ini diamankan.

Pembongkaran terpaksa dilakukan untuk mendapatkan visum et repertum (VER) guna mengetahui secara pasti penyebab kematian pelajar kelas 10 SMK Pertanian Tegalampel ini.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak RSD dr Koesnadi untuk melakukan pembongkaran makam korban," kata AKBP Sabilul Alief, kepada detikcom, Senin (18/8/2014).

Menurut Kapolres Bondowoso ini, hingga saat ini pihaknya terus melakukan penyidikan terhadap pelaku. Polisi juga sudah meminta keterangan beberapa saksi, termasuk pihak keluarga.

"Ada sekitar 10 orang saksi yang telah kami mintai keterangan. Semuanya menguatkan bahwa sebelum meninggal korban sempat dianiaya dengan menggunakan sebilah bambu," imbuh mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini.

Sebelumnya, Yansi Ismiandi Eka Marhiantoni meninggal dunia di RSD dr Koesnadi setelah menjalani perawatan selama 2 hari. Korban dirawat karena menderita luka-luka memar di sekujur tubuhnya sesaat setelah dipukuli ayah tirinya.

Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan terancam dijerat dengan UU 23/2004 tentang KDRT, pasal 44 ayat (3), subsider pasal 80 ayat (4) tentang kekerasan terhadap anak, serta pasal 351 KUHP tentang penganiaya berat yang mengakibatkan meninggal dunia.