Mahasiswa Malang Belajar Pertanian Organik di Desa Lombok Kulon Bondowoso

Mahasiswa Malang Belajar Pertanian Organik di Desa Lombok Kulon Bondowoso
Para mahasiswa UMM terlibat langsung dalam pengepakan beras organik yang akan dikirim kepada konsumen.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Selain menjadi penghasil beras organik, Desa Lombok Kulon, Wonosari, Bondowoso kini menjadi desa wisata Organik. Namun kedatangan pengunjung kesana bukan hanya sekadar berwisata. Seperti yang dilakukan para mahasiswa asal Malang ini, mereka juga memanfaatkan waktu untuk belajar pertanian organik.

Sekitar 15 mahasiswa asal Unmuh Malang (UMM) akhir pekan lalu berkumpul di rumah Mulyono, ketua kelompok Tani Mandiri I, Lombok Kulon. Di teras rumah Mulyono, Para mahasiswa itu terlihat sibuk mengemas beras organik ke dalam kemasan plastik kedap udara.

Salah seorang di antara mereka adalah Anastasya Shely Prastiwi. Bersama dengan teman-teman kampusnya, sudah sekitar seminggu terakhir mereka tinggal di Lombok Kulon. Mahasiswi yang akrab dipanggil Shely ini pun memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar langsung bagaimana pertanian organik dilakukan.

"Kalau di kampus kan mungkin hanya teori-teori yang kami terima, tapi di sini kami bisa langsung tahu tentang proses beras organik diproduksi," ujar mahasiswa Fakultas Psikologi UMM ini. Berbagai mahasiswa yang datang ke Lombok Kulon ini datang dari berbagai fakultas. Mulai dari fakultas pertanian, perikanan hingga fakultas teknologi pangan.

Selama hampir seminggu, para mahasiswa ini berkeliling ke berbagai titik di desa tersebut. Terutama untuk melihat bagaimana beras organik khas desa Lombok Kulon yang telah disertifikasi Lessos diproduksi. Oleh petani di Lombok, para mahasiswa ini pun diberitahu bagaimana proses produksi beras organik dari awal hingga akhir.

Di Lombok Kulon, hasil produksi organik tidak hanya dari lahan pertanian. Tetapi juga dari pekarangan-pekarangan rumah. Warga di desa ini telah memanfaatkan setiap lahan di pekarangannya untuk menghasilkan aneka sayuran yang bebas pupuk kimia. Berbagai sayuran ditanam, mulai dari sawi, tomat hingga cabai. Hampir tak ada pekarangan yang dibiarkan tak tergarap.

"Luar biasa bagaimana kesadaran masyarakat di sini sangat besar unluk memanfaatkan lahan yang ada," ungkap Shely. Selain untuk pemenuhan kebutuhan dapur sehari-hari, sayur mayur yang dibeli masyarakat itu juga memiliki nilai ekonomi yang bagus. Para pengunjung yang datang tak segan untuk membeli sayur mayur sehingga memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Kendati begitu, kehadiran mahasiswa ini juga memberikan pengetahuan tambahan bagi masyarakat Desa Lombok Kulon. Para mahasiswa juga mengajarkan kepada masyarakat bagaimana sayur-mayur itu bisa juga memberikan tambahan penghasilan yang lebih besar jika diolah dengan lebih kreatif.

Sejumlah aneka penganan berbahan dasar sayur-mayur organik itu diajarkan. Di antaranya adalah mie sawi dan nugget wortel. "Dengan dijadikan olahan seperti itu, maka nilai ekonominya akan lebih besar," tambahnya.

Produk-produk dari pertanian organik memang menjadi andalan utama dari Lombok Kulon yang kini menjadi desa wisata ini. Jika berkunjung ke desa ini, dari awal datang hingga akhir, pengunjung akan disuguhi berbagai kegiatan yangtak jauh-jauh dari sistem organik.

Salah satu tempat yang paling banyak diminati adalah rumah organik di rumah Muhyono. Di sini, pengunjung bisa mengetahui secara detail proses budidaya sayur organik. Sekaligus bisa berbelanja langsung hasil produksi organik. Di desa Lombok Kulon sendiri, sudah terdapat empat kampung yang warganya sudah mengembangkan budidaya sayur-mayur organik.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, sayur-mayur yang dibudidayakan warga tersebut juga dijual kepada para pengunjung. Rata-rata, para pengunjung yang datang tidak ragu-ragu untuk membeli sayur-mayur yang dibudidayakan warga.

Tidak hanya bisa melihat, para pengunjung akan selalu dipersilakan untuk berpraktik dalam membudidayakan sayur mayur organik. Harapannya, pengunjung bisa mempraktikkan sendiri ketika pulang ke rumahnya.

Andalan lainnya adalah budidaya aneka ikan yang juga menggunakan system organic. Ada berbagai jenis ikan yang dikembangkan warga. Mulai dari koi, gurami, lele, hingga nila jenis larasati.

Yang tak kalah menarik di desa wisata Lombok Kulon ini adalah pertanian padi organik. Kini, petani Lombok Kulon adalah satu-satunya petani organik murni di Bondowoso. Beberapa waktu lalu, hasil produksi beras mereka sudah mendapatkan sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (Lessos).


- Jawa Pos, 29/08/14 -