Gereja Katolik Bondowoso Turut Semarakkan HUT RI dan Harjabo

Gereja Katolik Bondowoso Turut Semarakkan HUT RI dan Harjabo
Umat Katolik mengenakan atribut pejuang saat mengikuti misa di gereja Katolik Santo Johanes Penginjil Bondowoso.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Gereja Katolik Santo Johanes Penginjil selalu merayakan kegembiraan HUT RI dengan berbagai kegiatan. Namun, kegembiraan HUT RI ke-69 tahun ini lebih semarak, karena gereja sekaligus menyemarakkan Harjabo ke-195.

Minggu, 17 Agustus lalu, Gereja Katolik Santo Johanes Penginjil Bondowoso seperti biasanya, melaksanakan Misa Minggu pagi yang dimulai pukul 06.45. Namun, suasana misa saat, itu sedikit berbeda dengan Misa Minggu pagi biasanya.

Ornamen dari dekorasi gereja yang berlokasi tidak jauh dengan Masjid Agung At Taqwa dan Alun-Alun Bondowoso ini kental dengan nuansa peringatan HUT RI. Semua sudut tempat duduk umat terpasang bendera merah putih ukuran kecil.

Altar yang merupakan meja tempat pastur atau rama memimpin misa beralaskan kain berwarna merah putih. Rangkaian bunga di sekitar altar dan mimbar tempat lektor (pembaca Alkitab, Red) juga bernuansa warna merah putih. Menariknya lagi, semua petugas misa yang terdiri dari panduan suara, lektor, dan misdinar (yang membantu pastur saat misa, Red), dan pembawa persembahan mengenakan baju perjuangan dan pakaian daerah.

Dengan mengangkat tema "Damai Hidupku, Damai Negaraku” misa dipimpin Romo Julius Agus Pumomo Pr berlangsung khidmat. Romo dan seluruh umat yang hadir mengawali misa dengan penghormatan Bendera Merah Putih yang berada di dekat altar. Kemudian, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. pembacaan Pancasila, dan teks Proklamasi dengan sikap sempurna.

Bahkan, selama prosesi misa berlangsung maupun di akhir misa, baik romo maupun petugas misa selalu mengajak umat yang hadir memekikkan kata 'merdeka’. Tak pelak, ruangan gereja seperti tempat berkumpulnya para pejuang yang memiliki satu tekad meraih kemerdekaan. Usai misa, kegembiraan merayakan HUT RI belum berakhir.

Seluruh umat Gereja Katolik Bondowoso tidak pulang ke rumah masing-masing. Mereka langsung berpartisipasi dalam suasana kekeluargaan mengikuti lomba-lomba rakyat di halaman dan aula gereja. "Umat lomba tarik tambang, menangkap belut, membuat dan berebut tumpeng, dan lainnya. Semua lomba rakyat, ini bentuk kegembiraan warga Katolik Bondowoso atas HUT Kemerdekaan RI ke-69 tahun ini," kata Winarto, ketua panitia, kemarin.

Tidak sampai di situ, gereja tersebut merayakan HUT RI dengan sesamanya warga muslim setempat. Dipadukan dengan ikut serta memeriahkan Harjabo ke-195. Mereka menggelar lomba rakyat permainan kartu domino yang didukung KONI setempat (23/8) malam lalu.

Lomba terbuka untuk umum yang menyediakan hadiah uang ini mendapat sambutan luar biasa. "Lebih dua ratus orang meramaikan lomba main kartu domino ini. Mereka mayoritas orang luar gereja dari beragam profesi. Mulai tukang becak, sopir, pegawai swasta, pegawai negeri, mahasiswa, hingga wiraswasta," kata Winarto.

Bahkan, para peserta yang mayoritas beragama Islam tidak merasa canggung, meski lomba main domino digelar tepat di halaman depan gereja. Malahan, mereka senang, karena melalui lomba domino bisa bertemu dan berkenalan dengan sesama yang berlainan suku dan agama. "Lomba main domino, ini sengaja kami digelar di halaman gereja, tujuannya memang untuk semakin mendekatkan warga Gereja dengan masyarakat Bondowoso sekaligus meningkatkan toleransi di Bondowoso," jelasnya.

Romo Paroki Gereja Santo Johanes Penginjil Bondowoso, Julius Agus Purnomo, Pr mengatakan, rangkaian kegiatan memeriahkan HUT RI dan Harjabo yang dilakukan Gereja Katolik Bondowoso menjadi tradisi liturgi gereja. Sebab, melalui tradisi liturgi, mengandung pesan bahwa kemerdekaan yang dicapai susah payah dan banyak mengorbankan jiwa dan nyawa para pahlawan bangsa termasuk di Bondowoso, tidak menjadi sia-sia saja. "Sehingga, umat Katolik senantiasa mewarisi semangat juang rela berkorban dan cinta tanah air umat Katolik Bondowoso khususnya dan warga Bondowoso umumnya," katanya.

Selain, itu menurut Romo Agus Purnomo -panggilan akrabnya-, melalui rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan Harjabo 2014, akan memupuk semangat persatuan dan kesatuan serta kerukunan baik di dalam keluarga dan antar sesama yang berbeda agama, suku, serta golongan. "Sehingga, bangsa Indonesia tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Juga, seluruh rakyat Indonesia termasuk rakyat Bondowoso selalu damai, tenang, dan bebas mengabdi kepada Tuhan, bangsa, dan hidup rukun dengan sesamanya," katanya.


- Jawa Pos, 28/08/14 -