Polisi Gendut di Bondowoso Wajib Ikut Program Diet

Polisi Gendut di Bondowoso Wajib Ikut Program Diet
Salah satu personel kepolisian yang sedang menjalankan pemeriksaan medis untuk program diet © merdeka.com

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Sebanyak 142 personel kepolisian di Bondowoso secara berkala wajib mengikuti pemeriksaan medis. Pemeriksaan sendiri melibatkan tim dari Polda Jatim dan dipusatkan di aula Mapolres, (27/8). Pemeriksaan meliputi pengambilan darah untuk cek lengkap, urine, EKG (Jantung), rontgen dan kesehatan jiwa.

Kapolres AKBP Sabilul Alif menjelaskan 142 personel yang menjalani pemeriksaan itu terdiri dari Satuan Brimob sebanyak 40 personel, anggota Polres dan Polsek sebanyak 90 personel serta anggota RS Bhayangkara 12 Personel. "Semuanya wajib menjalani pemeriksaan kesehatan organ tubuh dan kejiwaan," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sedangkan tim pemeriksa kesehatan dari Biddokkes Polda Jatim. Kapolres menambahkan, tim memeriksa berat badan dan lingkar perut para polisi. "Jika ditemukan lingkar perut lebih dari 90 centimeter, maka polisi wajib untuk olah raga dan melangsingkan perutnya," katanya.

Bahkan Kapolres memberi tenggat waktu kepada polisi gendut untuk memperkecil perutnya. "Polisi tidak boleh gendut, polisi harus ramping," katanya. Jika polisi tetap gendut, Kapolres akan memberikan sanksi.

Sementara itu, dari pengamatan Jawa Pos Radar Jember, para polisi tampak sibuk mengisi atau menjawab soal-soal tentang psikotes untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa polisi. Selain itu, para polisi tampak antre untuk memeriksa kesehatan jantung, tensi darah, serta tes darah untuk mengetahui kondisi organ tubuh dan penyakit seperti kolesterol, asam urat, diabetes, dan lainnya. “Lebih baik mencegah daripada mengobati," kata Kapolres.

Oleh sebab itu, Kapolres memerintahkan para anggotanya untuk mengikuti tes atau cek kesehatan berkala. Apalagi, menjadi seorang anggota polisi harus dalam keadaan sehat dan fit. “Tugas kita menjaga kamtibmas jadi polisi harus sehat dan jangan sakit-sakitan," katanya.


- Jawa Pos, 30/08/14 -