Ingatkan Pemerintah Nasib Penyuluh Pertanian

Halal Forum Komunikasi Para Penyuluh
Halal Bihalal Forum Komunikasi Para Penyuluh Jawa Timur, di Hotel Palm, Kabupaten Bondowoso, Minggu (10/8/2014)

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Pemerintah masih kurang memperhatikan kesejahteraan penyuluh pertanian. Padahal mereka kunci penguatan sektor pertanian dalam negeri.

Demikian benang merah pertemuan dan halal bihalal Forum Komunikasi Para Penyuluh Jawa Timur, di Hotel Palm, Kabupaten Bondowoso, Minggu (10/8/2014). Acara itu diisi orasi tokoh muda NU Moch. Eksan yang juga anggota DPRD Jatim 2014-2019 dari Partai Nasional Demokrat.

Sebagian penyuluh pertanian ini sudah bekerja 7 tahun lebih, namun masih berstatus THL TB (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu). "Para penyuluh kontrak hanya menerima gaji 10 bulan saja dari 12 bulan yang ada," kata Eksan.

"Padahal keberadaan mereka dilindungi secara yuridis dengan Undang-Undang N omor 16 Tahun 2006 tentang Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan. Harapannya para penyuluh itu menjadi ujung tombak bagi ikhtiar pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan," kata Eksan.

Menurut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini, pemerintah punya visi besar hendak mengembalikan Indonesia sebagai negara yang agraris, besar dan tangguh di dunia. Namun karena pemerintah kurang perhatian dan tidak didukung oleh kebijakan yang afirmative action, maka cita-cita itu menjadi sebuah ironi.

"Indonesia adalah negara agraris yang patologis. Negara yang memiliki areal pertanian yang luas, lahan yang subur dan jumlah petani yang besar, justru gagal untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional sendiri," kata Eksan.

Bangsa ini untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional harus bergantung pada impor terhadap sembilan bahan pokok sekalipun. Beras, jagung, daging, minyak goreng, gula, garam, sayur-mayur, buah, elpiji dan lain-lain, sebagian diimpor.

"Parahnya negeri ini terjebak pada mafia impor pangan yang memiliki moral hazad yang rendah bagi kesinambungan dan kelanjutan masa depan kedaulatan negeri ini. Para penyuluh tadi berharap kepada pemerintah dan DPR untuk memberikan perhatian serta apresiasi terhadap jerih payah penyuluh dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan," kata Eksan.

Eksan berjanji akan berikhtiar ikut memperjuangkan taraf hidup penyuluh pertanian, setelah dilantik menjadi legislator DPRD Jatim 31 Agustus 2014 nanti.