Aktif Dua Tahun, Gunung Ijen Kini Kembali Normal
![]() |
| Blue fire kawah ijen yang fenomenal |
BANYUWANGI, InfoBondowoso.NET - Status Gunung Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, akhirnya dinyatakan normal setelah hampir 2,8 tahun aktivitasnya meningkat. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperingatkan pendaki agar tetap berhati-hati akan adanya ancaman gas beracun.
Kepala Pos Pengamatan Gunung API (PPGA) Ijen, Bambang Hery Purwanto, mengatakan bahwa status Gunung Ijen turun dari waspada menjadi normal pada 8 Agustus 2014 pukul 12.00. ”Status diturunkan setelah tidak adanya kegempaan tremor yang tercatat sejak Mei 2014,” kata Bambang, Senin, 11 Agustus 2014. ”Suhu juga turun dari 38 derajat menjadi 35 derajat Celsius.”
Meski begitu, PVMBG mengeluarkan tiga rekomendasi yang harus ditaati pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya para pendaki. Pertama, pendaki sebaiknya tidak mendaki ke puncak saat hujan atau cuaca buruk karena Ijen dapat mengeluarkan gas beracun yang mematikan. Kedua, pendaki dilarang menginap di puncak gunung pada malam hari karena gas beracun berpotensi keluar pada malam hari. Rekomendasi ketiga, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana II atau di bantaran Sungai Kalipait, meliputi Kabupaten Bondowoso hingga Situbondo, harus tetap waspada. Mereka harus waspada terhadap potensi meluapnya air Kawah Ijen yang mengandung 30 juta kubik cairan dengan keasamaan setara air aki.
Sejak 14 Desember 2011, status Gunung Ijen naik dari normal menjadi waspada. Pada 18 Desember 2011, status Ijen dinaikkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Aktivitasnya sempat turun sehingga pada 13 Mei 2012 statusnya turun dari siaga menjadi waspada.
Aktivitas vulkanik Kawah Ijen meningkat lagi sehingga sejak 24 Juli 2012 sehingga status Gunung Ijen dinaikkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Sejak 26 Agustus 2013, statusnya turun kembali ke waspada. Selama status Ijen meningkat, PVMBG merekomendasikan radius 1-3 km steril dari wisatawan dan penambang belerang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi Kusiyadi mengatakan baru menerima surat penurunan status dari PVMBG, Senin ini, 11 Agustus 2014. Petugas BPBD langsung mencopot sejumlah spanduk yang berisi larangan mendaki gunung itu. “Spanduk akan kami ganti dengan isi rekomendasi PVMBG,” kata dia.
Menurut Kusiyadi, meski status normal, pendaki Ijen tetap diminta supaya tidak turun hingga ke kawah. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya aktivitas Ijen secara mendadak. “Kami telah menerjunkan petugas untuk memberikan sosialisasi pada para pendaki.”
