Sip! Polres Bondowoso Tak Henti-henti Melakukan Terobosan
![]() |
| Kapolres Bondowoso, AKBP M. Sabilul Alif saat menjadi inspektur upacara di SMAN 2 Bondowoso, (08/11) |
Para perwira polisi ini menjadi inspektur upacara yang diadakan tiap Senin pagi. Perwira polisi yang terjun ke sekolah-sekolah ini mulai dari Kapolres, Kabag, Kasat, hingga Kapolsek.
Kapolres Bondowoso, AKBP M. Sabilul Alif S.H., S.I.K. kepada halopolisi.com, Senin (11/8/2014) menyatakan, pihaknya ingin semua elemen masyarakat menjadi sahabat dekat. Tak terkecuali para pelajar.
Kapolres Bondowoso, AKBP M. Sabilul Alif S.H., S.I.K. kepada halopolisi.com, Senin (11/8/2014) menyatakan, pihaknya ingin semua elemen masyarakat menjadi sahabat dekat. Tak terkecuali para pelajar.
“Image polisi yang eksklusif sudah mesti ditinggalkan untuk diganti dengan image ramah serta sinergis dengan siapa saja. Masyarakat, termasuk para siswa adalah bagian dari sistem deteksi dini adanya gangguan keamanan dan ketertiban,” beber AKBP M. Sabilul Alif.
Para pelajar, kata Kapolres Bondowoso, bisa menjadi informan serta benteng awal terkait pemeliharaan kondusifitas lingkungan. “Saat semua pihak sudah bersinergi, tidak ada lagi yang diuntungkan kecuali masyarakat itu sendiri,” bebernya.
Sementara itu, kesempatan menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah dipakai polisi untuk menyosialisasikan program pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum.
Para pelajar diajak untuk selalu peduli dengan lingkungan sekitar. Jika ada potensi gangguan atau sesuatu yang mencurigakan, mereka diminta langsung menghubungi pihak berwajib.
Kapolres Bondowoso juga menyampaikan tentang informasi aliran Islam radikal (ISIS) akhir-akhir ini yang sedang marak, baik di media cetak maupun elektronik.
“Sebagai pemuda generasi penerus bangsa, mereka mesti terjaga dari paham-paham yang mengingkari dasar negara Pancasila. Para pelajar mesti sudah diajarkan sedini mungkin soal paham aliran agama yang radikal dan berbahaya bagi keutuhan NKRI, jadi tidak perlu sampai terhasut,” pungkansya.
Seperti yang diberitakan online sebelumnya, Polres Bondowoso memanfaatkan teknologi informasi dengan mengirim 'SMS broadcast' kepada ratusan ribu nomor yang sudah didata lewat berbagai kegiatan di masyarakat.
Hari ini, Polres Bondowoso juga merangkul kalangan pondok pesantren yang ada di Bondowoso. Hal itu dilakukan sebagai tindakan preventif mengantisipasi merebaknya jaringan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
"Pendekatan ini kami lakukan karena paham radikal memang berpotensi menyusup ke lembaga pendidikan," kata AKBP Sabilul Alif, saat ditemui detikcom di Ponpes Al-Islah, Grujukan, Senin (11/8/2014).
Oleh sebab itu, imbuh Kapolres Bondowoso, Polisi bersama TNI akan secara rutin mendatangi kalangn ponpes maupun lembaga pendidikan lainnya. "Apalagi, di Bondowoso ini jumlah ponpesnya relatif banyak, sekitar 300 lebih," kata Sabilul Alif.
Adapun cara yang dilakukan polisi, selain dengan memberikan sosialisasi langsung ke para santri, juga diberikan pemahaman tentang simbol maupun atribut berbau ISIS. Sebab, banyak diantara mereka sebenarnya justru tidak tahu simbol dari paham itu. Sehingga, mereka kemudian mengabaikannya.
Pantauan detikcom, selain Kapolres, sosialisasi itu juga melibatkan Komandan Kodim Bondowoso Letkol Z. Dwi Pristianto serta Ketua MUI Bondowoso, KH Abdul Qadir Syam. Mereka mendatangi Ponpes Al Islah di Grujukan, serta Ponpes Sayyid Alwi Al Maliki di Desa Koncer Darul Aman, Kecamatan Tenggarang. "Secara berkala sosialisasi ke kalangan pesantren ini akan terus kami lakukan," pungkas Sabilul Alif.
"Pendekatan ini kami lakukan karena paham radikal memang berpotensi menyusup ke lembaga pendidikan," kata AKBP Sabilul Alif, saat ditemui detikcom di Ponpes Al-Islah, Grujukan, Senin (11/8/2014).
Oleh sebab itu, imbuh Kapolres Bondowoso, Polisi bersama TNI akan secara rutin mendatangi kalangn ponpes maupun lembaga pendidikan lainnya. "Apalagi, di Bondowoso ini jumlah ponpesnya relatif banyak, sekitar 300 lebih," kata Sabilul Alif.
Adapun cara yang dilakukan polisi, selain dengan memberikan sosialisasi langsung ke para santri, juga diberikan pemahaman tentang simbol maupun atribut berbau ISIS. Sebab, banyak diantara mereka sebenarnya justru tidak tahu simbol dari paham itu. Sehingga, mereka kemudian mengabaikannya.
Pantauan detikcom, selain Kapolres, sosialisasi itu juga melibatkan Komandan Kodim Bondowoso Letkol Z. Dwi Pristianto serta Ketua MUI Bondowoso, KH Abdul Qadir Syam. Mereka mendatangi Ponpes Al Islah di Grujukan, serta Ponpes Sayyid Alwi Al Maliki di Desa Koncer Darul Aman, Kecamatan Tenggarang. "Secara berkala sosialisasi ke kalangan pesantren ini akan terus kami lakukan," pungkas Sabilul Alif.
