Wonosari Terendam Banjir
| JARANG TERJADI : Genangan air yang merendam jalan dan rumah-rumah warga di beberapa titik di Wonosari, kemarin. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Hujan yang turun cukup deras kemarin siang membuat beberapa sungai di kecamatan Wonosari meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga di kawasan tersebut terendam. Bahkan di beberapa titik, ketinggian air mencapai satu meter. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah akibat perabot warga yang terendam.
Salah satu titik terparah meluapnya air terjadi di Dusun Glidung, Desa Wonosari. Warga tak pernah menduga jika air sungai yang mengalir di kawasan rumah mereka akan meluap dan masuk ke rumah-rumah mereka. Apalagi, sungai tersebut biasanya hanya mengalir kecil. Meluapnya sungai disebabkan karena tingginya curah hujan.
Menurut Kholis, 67, salah satu warga setempat, hujan sebenarnya hanya turun sebentar. “Tadi hujan mulai turun sekitar pukul 13.30. Setengah jam kemudian, air sungai mulai meluap,” ujarnya. Meluapnya air sungai itu menurutnya cukup mendadak. Kemudian luapan air semakin tinggi. Bahkan ketinggian air menurutnya sempat mencapai satu meter dari halaman rumah warga. Tak pelak, air yang semakin deras masuk ke rumah-rumah warga.
Warga setempat sempat panik karena khawatir air akan terus meninggi. Untungnya, setelah hujan berhenti, berangsur-angsur luapan air semakin susut. Kendati begitu, hingga sore kemarin, sisa-sisa genangan air di halaman rumah warga masih tersisa.
Dari pantauan di lokasi kejadian, tak hanya merendam rumah-rumah warga. Luapan air juga merendam beberapa perkantoran. Salah satunya di markas Koramil setempat yang juga tergenang. Bahkan sejumlah pertokoan di tepi jalan juga sempat terendam luapan air.
Sementara itu, Harry Patriantono, kepala BPBD Bondowoso menyebutkan, ada sekitar 70 rumah warga yang terendam akibat luapan sungai tersebut. “ Puluhan rumah warga yang terendam itu tersebar di tiga titik. Semuanya di Desa Wonosari,” ujarnya. Dari jumlah tersebut, satu rumah warga ambrol.
Menurutnya, meluapnya aliran-aliran sungai disebabkan karena sampah bekas bangunan pasar sementara di lapangan Wonosari. Petugas BPBD menurutnya langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan. Kendati begitu, pihaknya masih belum bisa merinci kerugian materiil akibat luapan sungai itu.
Jawa Pos (01/03/14)