Pong Harjatmo segera Filmkan Gerbong Maut, Gali Informasi ke Veteran Perang

Pong Harjatmo segera Filmkan Gerbong Maut, Gali Informasi ke Veteran Perang
Bincang Gali Sejarah Peristiwa Gerbong Maut di Stasiun KA Bondowoso

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Rencana mengangkat kisah heroik perjuangan rakyat Bondowoso dalam tragedi Gerbong Maut dalam sebuah film benar-benar digarap serius. Kemarin, Pong Harjatmo, artis senior yang akan menggarap film tersebut datang langsung ke Bondowoso. Dalam sebuah dialog terbuka yang digelar di bekas stasiun kota itu, Pong Harjatmo menggali langsung data-data otentik dari para veteran Bondowoso.

Salah satu veteran yang mengutarakan kesaksiannya atas peristiwa yang terjadi pada 23 November 1947 itu adalah Imam Syafi’i, 96. Veteran yang kala itu berpangkat serda tersebut selamat dari peristiwa gerbong maut yang menewaskan 46 pejuang Bondowoso.

Dalam kisahnya, Syafi’i menjelaskan jika apa yang dilakukan oleh penjajah sangat di luar batas kemanusiaan. “Gerbong yang digunakan itu gerbong untuk hewan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, gerbong- gerbong yang digunakan untuk mengangkut para pejuang Bondowoso itu tidak memiliki ventilasi udara. Sehingga untuk bernapas saja, para tawanan yang hendak dibawa ke Belanda itu harus bergantian melalui lubang-lubang kecil di gerbong.

Sementara itu, Pong Harjatmo sendiri meminta restu dan doa dari masyarakat Bondowoso agar rencana pembuatan film tersebut bisa segera terealisasi. “Nanti kami akan melibatkan pemuda dan pemudi di Bondowoso dalam pembuatan filmnya,” ujar bintang film senior ini.

Pong mengungkapkan, pihaknya memang sengaja melakukan penggalian sejarah langsung kepada pelakupelaku gerbong maut. Direncanakan, dia juga akan meminta keterangan sejarah dari istri, anak serta cucu dari pejuang yang sudah meninggal. Itu diharapkan agar sejarah Gerbong Maut bisa digali lagi secara lebih detail.

Dia berharap, saat film tersebut jadi nanti, bisa menularkan semangat perjuangan seperti yang dilakukan oleh para pahlawan Indonesia kepada para generasi muda. “Kita harus terus memupuk kecintaan terhadap bangsa kita ini,” tukasnya.


Jawa Pos (01/03/14)