Ustad M. Thoha Hasan, Qori' dan Mubalig Tunanetra dari Bondowoso

Ustad M. Thoha Hasan, Qori' dan Mubalig Tunanetra dari Bondowoso

InfoBondowoso.NET - Menjadi seorang qori' dan mubalig sudah menjadi cita-cita Ustad Muhamad Thoha Hasan sejak kecil. Ketidaksempurnaan fisik tidak menghalanginya untuk berdakwah.

Ditemui di rumahnya yang sederhana dan bersih, Ustad M. Thoha Hasan bersama Rustiningsih, istrinya, sedang menemui seorang tamu perempuan. Tamu tersebut ingin Ustad Thoha mengajari puterinya yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk belajar mengaji agar menjadi qori’.

Ustad Thoha tampak senang saat ada tamu yang menginginkan anaknya belajar qira'at. "Alhamdulilah, masih ada atau masih banyak generasi muda yang mau belajar ngaji dan belajar membaca Quran dengan cara dilagukan (qira'at, Red),” katanya.

Tampaknya sang tamu sangat senang begitu mendapatkan jawaban bahwa Ustad M Thoha mau mengajari anaknya untuk belajar qira'at kepadanya. "Ya, tinggal menentukan waktunya saja. Saya siap untuk mengajar membaca Quran dengan dilagukan (qira'at,Red)," terangnya.

Sejak kecil Thoha sudah belajar menjadi qori' di sebuah musalla yang ada di sekitar rumahnya di Desa/Kecamatan Cermee. Bahkan, dia punya guru ngaji khusus untuk menghafal Alquran. Sebab, Ustad Thoha sudah terlahir sebagai tunanetra.

Dia menempuh pendidikan SD dan SMP Luar Biasa di Malang. ”Sedangkan untuk belajar agama, saya mondok di Asembagus Situbondo, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah yang dipimpin oleh KH R. As’ad Syamsul Arifin,” katanya.

Selama menempuh pendidikan agama di ponpes itu, Thoha sering dikirim mewakili Jatim mengikuti MTQ. ”Bahkan pada 1991 saya juara pertama MTQ di Jogjakarta,” ungkapnya.

Setelah malang melintang sebagai qori’, dia suka bercemarah agama atau menjadi mubalig. Bahkan, Ustad Thoha saat ini suka berceramah kepada generasi muda. ”Saya fokus ceramah untuk mengindarkan generasi muda dari bahaya narkoba, miras atau oplosan, serta bentuk kenakalan remaja lainnya,” katanya.

Dia tidak hanya berdakwah di Bondowoso. ”Namun, saya keliling kota dan kabupaten yang ada di Jatim. Saya ingin menyelamatkan anak-anak muda dari bahaya narkoba dan oplosan,” katanya.

Tidak heran, Ustad Thoha sangat disukai oleh generai muda. Sebab, isi ceramahnya sangat mengena. “Apalagi saat ini banyak sekali anakanak muda yang terlibat naroba. Untuk itulah, saya punya tanggung jawab untuk menyelamatkan anakanak muda itu,” katanya.

Ustad Toha juga sering diundang untuk menjadi qori’ di acara-acara resmi. ”Pada bulan Ramadan tahun lalu saya juga melantunkan ayat suci di hadapan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat di Pendapa Bondowoso,” katanya.

Kini, Ustad Thoha siap menerima acara ceramah yang dikhususkan terhadap pelajar dan anak-anak muda. ”Saya siap ceramah di hadapan pelajar. Sebab, mereka sudah saya anggap anak saya sendiri yang harus diberi pencerahan,” katanya.


Jawa Pos (01/03/14)