Meninggalnya TKW Asal Bondowoso di Malaysia Diduga Ada Motif Penipuan
| Keluarga Asyati saat melapor ke kantor Disnakertrans Bondowoso, kemarin |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Kabar meninggalnya seorang TKW asal Desa Bercak, Kecamatan Cermee, Asyati, 45, diduga kuat hanya akal-akalan teman-teman korban yang berada di Malaysia. Sebab, mereka meminta uang Rp 35 juta kepada keluarga korban yang berada di Cermee.
”Ini aneh sekali. Mereka meminta uang sebesar Rp 35 juta kepada keluarga korban dengan alasan untuk mengurusi mayat dan memulangkan jasad ke Bondowoso,” kata Asep Heryadi, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu kemarin (12/3).
Selain itu, Disnaketrans Bondowoso telah minta kabar dari KBRI Malaysia, juga tidak mendapatkan kabar tentang kematian TKW asal Cermee tersebut. ”Biasanya paling lambat kabar tentang kematian TKW itu tiga hari. Namun, sampai seminggu ini kami belum mendapatkan kabar tersebut,” katanya.
Oleh sebab itu, Asep melarang keluarga korban di Cermee, menggubris permintaan teman-teman korban yang meminta uang dalam jumlah besar. ”Karena diduga kuat itu modus penipuan. Pihak Disnakertrans akan kembali mengecek keberadaan TKW itu melalui Kemenlu dan KBRI,” tandasnya.
Sebelumnya, teman korban mengabarkan kepada keluarganya di Cermee bahwa Asyati meninggal dunia di Pulo Pinang, Johor, Malaysia. Asyati dikabarkan sakit dan meninggal dunia di sebuah rumah sakit Malaysia. Mendengar kabar yang dikirim lewat sms tersebut, Sekariya, 45, kakak kandung korban langsung mendatangi Kantor Disnakertrans Bondowoso.
Jawa Pos (13/03/14)