Pecatur Junior Bondowoso Juara di Probolinggo
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Diam-diam, catur Bondowoso menyiapkan amunisi mudanya. Dalam Open Turnamen Bupati Cup khusus pelajar SD dan SMP yang berlangsung di Probolinggo, akhir pekan (8-9 Maret) lalu, para pecatur Bondowoso mendominasi gelar juara.
Dari 9 atlet debutan baru yang dikirim, enam di antaranya masuk 10 besar. Yang membanggakan, dua di antaranya berhasil sebagai juara pertama, untuk kategori putra dan putri.
Untuk kategori putra, Raditya pelajar kelas 4 SDN Maesan 1 Bondowoso sukses merebut juara pertama di kelompok SD. Dari lima babak yang dipertandingkan, Arya (panggilan Raditya), berhasil meraih poin 4,5. Satu-satunya hasil remis adalah saat berjumpa dengan rekannya sesama Bondowoso, yakni Rendra.
Di kelompok itu sendiri, juara kedua dan ketiga baru ditempati oleh tuan rumah Probolinggo. Sementara Rendra menyodok sebagai juara keempat.
Prestasi kelompok putra ini kian lengkap setelah tiga pecatur baru Bondowoso lainnya masuk 10 besar. Karena mereka menempati ranking 7 sampai 9 yaitu, Lucky, Bayu, dan Yopie. ”Sementara urutan 10 kembali ditempati oleh pecatur tuan rumah Probolinggo,” kata Tondo Samiadi, ketua umum Pengkab Percasi Bondowoso, kemarin.
Di kelompok putri, Yulistiana juga sukses juara pertama. Malahan, dari lima babak yang dimainkan Yulis (panggilan akrab pecatur ini sukses merebut poin sempurna 5, alias tak terkalahkan sama sekali.
Di final atau di partai terakhir, Yulis harus bertarung ketat lawan pecatur Banyuwangi yang sama-sama bermodal nilai 4. ”Jadi, pemenang babak kelima ini otomatis langsung juara. Kalau remis bisa dihitung solkoff. Beruntung, Yulis bisa menang sehingga unggul poin mutlak,” lanjut Tondo. Pecatur Banyuwangi itu sendiri akhirnya hanya juara kedua. Sementara urutan 3 sampai 10 dikuasai pecatur tuan rumah Probolinggo.
Menurut Tondo, open turnamen khusus pelajar SD-SMP ini digelar khusus untuk memperingati setahun pengabdian Bupati Probolinggo. Hanya empat wilayah yang tampil. Yakni kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo, Banyuwangi, serta Bondowoso.
”Kebetulan, para pecatur Bondowoso itu baru semua. Mereka baru sekitar dua bulan saja kami siapkan. Ini awal yang bagus untuk membina dan mengembangkan catur Bondowoso, mulai dari usia dini,” katanya.
Jawa Pos (13/03/14)
