APBD Kabupaten Bondowoso Tahun 2014 Mencapai Rp 1,3 T
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni melalui kegiatan kunjungan kerja yang dilaksanakan secara bertahap di semua kecamatan serta safari pendidikan. Tujuannya untuk mengajak aparatur pemerintahan dan masyarakat Bondowoso untuk bersama-sama mewujudkan misi dan visi Bondowoso, yakni beriman, berdaya dan bermartabat. Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut bupati telah mensosialisasikan APBD 2014. Serta, menyampaikan informasi pelaksanaan pembangunan, baik yang telah maupun yang akan dilaksanakan agar masyarakat memahami arah dan pembangunan daerah. Mendorong dan memotivasi aparatur daerah dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Bupati Amin menyampaikan porsi total belanja menurut fungsi tahun 2014. Jumlah total APBD 2014 sebesar Rp1.390,18 M.
Dengan alokasi sebesar Rp 573 M diperuntukan untuk membiayai berbagai macam program prioritas bidang pendidikan 2014. Antara lain, mendirikan Akademi Komunitas (Akom) Bondowoso. Akom merupakan salah satu jenis lembaga pendidikan tinggi diploma 1 dan diploma 2 berbasis potensi lokal (IT, Teknologi, Pertanian, Perikanan dan Percepatan Berbasis Lokal Enterpreunership). Dengan tujuan, untuk mempercepat pemanfaatan potensi daerah secara maksimal. Terciptanya tenaga terampil dan professional berbasis potensi lokal. Untuk memompa semangat berwirawusaha dengan memanfaatkan potensi daerah. “Mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat Bondowoso,” tambahnya.
Juga, membiayai tunjangan guru dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru 2014. Tunjangan fungsional guru non PNS dengan sasaran 1.208 guru. Masing-masing guru mendapatkan dana Rp 300 ribu.”Total yang akan diberikan kepada 1.208 guru non PNS ini selama setahun sebesar Rp 4.348.800.000,” tambahnya. Tunjangan kinerja guru TK non PNS kepada 231 guru selama setahun sebesar Rp 415.800.000 (masing-masing guru mendapatkan dana Rp 150 ribu). Honor kinerja guru non PNS sasaran 33 guru masing-masing mendapatkan dana Rp 1 juta (total selama satu tahun sebesar Rp 396 juta. Tunjangan guru SD terpencil PNS dan Non PNS sebanyak 222 guru dengan rincian 130 guru PNS dan 92 Non PNS total sebesar Rp 6.142.266.000. Tunjangan Profesi Pendidik (PNS dan Non PNS) kepada guru sebanyak 3.614 total rincian selama setahun Rp 130.050.604.545.
Tunjangan Non Sertifikasi (PNS) dengan sasaran 1.779 guru. Per guru per bulan mendapatkan Rp 250 ribu. Total dana yang akan dikeluarkan sebesar Rp 5.337.750.000. Honorarium tenaga kontrak dengan sasaran 40 guru per bulan mendapatkan Rp 14.700.000. “Total yang akan dikeluarkan sebesar Rp 176.400.000,” katanya.
Bantuan lembaga pendidikan keagamaan tahun 2014 untuk Raudatul Af’al (TK) sebanyak 198 lembaga senilai Rp 297 juta. Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 30 lembaga dengan nilai Rp 120 juta. lembaga keagamaan lainnya sebanyak 28 lembaga senilai Rp 56 juta. pendidikan budaya dan karakter bangsa untuk 380 orang dengan nilai Rp 252 juta dan muatan lokal baca tulis Qur’an sebanyak 555 lembaga senilai Rp 202 juta.
Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2014 antara lain penyelenggaraan PAUD dengan target 3.219 orang dengan anggaran Rp 4.167.000.000. pengembangan PAUD dengan target 120 TPK dengan anggaran Rp 418 juta. publikasi pengelolaan pendidikan TK untuk 350 lembaga dengan nilai anggaran Rp 470 juta. Pelatihan kompetensi tenaga pendidik untuk 250 lembaga dengan nilai Rp 100.000.000.
Bea siswa keluarga kurang mampu 2014 dengan program atau kegiatan bea siswa miskin sekolah dasar senilai Rp 3.420.000.000 (untuk 9.500 siswa). Bea siswa miskin SMP dengan sasaran 5.546 siswa senilai Rp 1.525.150.000. Bantuan khusus siswa miskin kepada 4.700 siswa senilai Rp 3.666.000.000. Bea siswa mahasiswa S1 dari keluarga tidak mampu untuk 150 mahasiswa senilai Rp 450.000.000. Bosda Madin dan guru swasta dialokasikan sebesar Rp 7.718.400.000.
Untuk prioritas pembangunan infrastruktur 2014, antara lain dengan program pembangunan jalan dan jembatan 2014. Rehabilitasi atau pemeliharaan jalan di 196 ruas jalan. Peningkatan jalan di 34 ruas jalan. Pemeliharaan jembatan sebanyak 6 buah. Peningkatan jembatan Balut kecamatan Sumberwringin. Pembangunan jalan lingkungan di 247 ruas. Program prioritas irigasi 2014 antara lain rehabilitasi atau pemeliharaan bangunan atau saluran irigasi sebanyak 221 paket. Peningkatan bangunan atau saluran irigasi sebanyak 256 paket. Pemeliharaan dan rehabilitasi embung sebanyak 5 paket. Peningkatan pembangunan pusat pengendali banjir sebanyak 7 paket. Dan, rehabilitasi atau pemeliharaan pintu air sebanyak 5 paket.
Program prioritas air bersih 2014 adalah peningkatan pelayanan air bersih di 15 lokasi desa, antara lain Lanas, Batu Salang, Kladi, Sumber Pandan, Dadapan, Blimbing, Pujer Baru, Gadingsari, Sukowono, Rejoagung, Sumber Gading, Sumber Kokap, Tapen, Sulek, dan Kembang Tlogosari. Pembangunan Sarana Prasarana Air Bersih 17 lokasi desa, antara lain Sumbersalak, Locare, Nogosari, Klabangagung, Tangsil Wetan, Jeruk Sosok, Sukowono, Gambangan, Gunosari, Penanggungan, Kerang, Sukorejo, Rejoagung, Purnama, Sukosari, Brambang, Wonosari Grujugan.
Konservasi Sumber Air dalam bentuk pembangunan talud sumbers air untuk memelihara fungsi sumber air. Lokasi kecamatan Curahdami sebanyak 3 titik, Tenggarang (3), Bondowoso (2), Grujugan (3), Tapen (5), Tamanan (2), Wringin (5), Sumberwringin (1), Tlogosari (3), Maesan (5), Jambesari (1), Pujer (5), Tenggarang (3), Tamankrocok (1), Cermee (1), Prajekan (2), Wonosari (4) dan Sukosari (1).
Prorgam prioritas pertanian 2014, antara lain pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan 2 kecamatan. Pembinaan PUAP untuk 140 gapoktan. Pembinaan APP untuk 3 kecamatan. Jakan usaha tani sebanyak 32 unit. Jaringan irigasi tersier sebanyak 40 unit. Pengadaan stok pestisida sebagai antisipasi serangan OPT, fasilitas pembentukan atau revitalisasi 10 P3A dan 5 GP3A, bantuan benih atau bibit tanaman untuk mendukung kawasan agribisnis hortikultura di 6 kecamatan. SLPPO 10 hektare dan pendampingan serta sertifikasi organik padi untuk 2 kelompok. SLPTT padi 15 kelompok, SLPTT jagung sebanyak 6 kelompok, SLPTT kedelai sebanyak 3 kelompok. Bantuan bibit bawang merah, pupuk dan obat-obatan untuk mendukung pengembangan kawasan agropolitas di 2 kecamatan. Pelatihan anak petani remaja (patra) sebanyaj 30 orang.
Program prioritas ketahanan pangan 2014, antara lain penanganan daerah rawan, pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan di 6 desa, pengembangan desa mandiri pangan di 1 desa, pengembangan lumbung pangan di 7 desa, pengembangan lantai jemur 15 desa, peningkatan mutu dan keamanan pangan, penyuluhan sumber pangan alternative (lomba menu cipta).
Program prioritas peternakan dan perikanan. Peternakan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular untuk 12 kecamatan dan 1200 ekor ternak. Optimalisasi puskeswan untuk 600 ekor ternak. Peningkatan SDM kelompok tani ternak melalui penyuluhan dan pendampingan untuk 30 kelompok tani ternak. Peningkatan populasi dan produksi ternak melalui IB. perluasan lahan HMT dan pemenuhan pakan ternak. Penguatan ekonomi masyarakat dikawasan industry hasil tembakau. Perbaikan usaha melalui pembuatan kandang koloni sapi potong untuk 10 kelompok.
Program prioritas peternakan dan perikanan, untuk perikanan adalah melakukan pendampingan atau pelatihan pada kelompok tani pembudidaya ikan sebanyak 13 kelompok, pengembangan kolam pokdakan dan UPR, bentuk bibit induk ikan untuk mendukung pembangunan sarpras kelembagaan perbenihan ikan, bantuan benih ikan, pembuatan kolam terpal untuk 16 kelompok, pengembangan jarring apung, promosi gemar makan ikan untuk 250 siswa. Serta, pelestarian budidaya ikan diperairan umum.
Sedangkan bantuan untuk pemerintahan desa, jaminan kesehatan perangkat desa Rp 2.000.000.000. santunan kematian perangkat desa 25 orang @ Rp 5 juta. Tunjangan ketua RW sebanyak 1.397 orang Rp 300 ribu per tahun per orang. Tunjangan ketua RT 4.951 orang sebanyak @ Rp 300 ribu per orang per tahun, bantuan purna tugas 85 orang kades @ Rp 5 juta. Sementara itu, Bupati Amin mengungkapkan jumlah penduduk Bondowoso sebesar 750.328 jiwa. Sedangkan, luas wilayah Kabupaten Bondowoso mencapai 1.560,10 kilometer persegi. Karakteristik wilayah adalah pegunungan dan perbukitan. Dengan kondisi lahan, hutan, tegalan dan sawah.
Potensi wilayah pertambangan, potensi panas bumi, sumber air melimpah, lahan yang subur, iklim yang sejuk, situs budaya dan sejarah. Potensi ekonomi keterpaduan pengembangan potensi secara optimal dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Antara lain, pertanian tanaman pangan hortikultura, peternakan, perkebunan, kehutanan, perdagangan dan jasa keuangan, industry pengolahan dan wisata.
Jawa Pos (03/03/14)