UKM Bondowoso Promosi Lewat Internet
![]() |
| Para pembatik di Maesan, Bondowoso, Jawa Timur. Motif tanaman singkong merupakan motif khas batik tulis Bondowoso / Antara |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Untuk menggiatkan pemasaran hasil usaha kecil dan menengah atau UKM Bondowoso, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan – Diskoperindag menggencarkan promosi lewat media elektronik.
Melalui situs beralamatkan www.diskoperindag.bondowosokab.go.id, Pelaku UKM melalui operator bisa meng-upload gambar produk mereka dan memberi keterangan lainnya.
Menurut Kepala Bidang UKM Diskoperindag Bondowoso, Azaz Suwardi SE MM, sejak launching Oktober 2013 lalu, sudah ada lebih dari 20% pelaku UKM yang memanfaatkan promo berbasis IT tersebut.
Dengan cara ini, produk usaha kecil menengah asli Bondowoso tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga dapat dilihat siapapun di seluruh dunia.
“Di dalam website itu kita jelaskan usahanya apa, siapa produsennya, kita cantumkan juga nomor telfon pelaku UKM, transaki jual beli juga bisa disitu. Kalo sudah dunia maya, seluruh duniapun akan melihat. Entah itu batik Bondowoso, hasil kerajinan tangan atau handycraft, produk kopi, genteng, batu bata dan lain sebagainya,” ujar Azaz, kepada wartawan, Senin (24/02).
Berdasar data terbaru Diskoperindag, Tahun ini jumlah UKM di Bondowoso mencapai 34.000. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 28.414 UMKM.
Kedepannya, Diskoperindag akan terus mengembangkan promosi via tekhnologi ini, dengan mengajak lebih banyak pelaku UKM untuk memamerkan hasil produksinya. Bahkan, ada wacana membuat link khusus UKM di situs resmi Pemkab Bondowoso.
Sejuah ini, lanjut Azaz, tidak sedikit produk UKM Bondowoso yang go nasional bahkan internasional. Salah satunya adalah batik tulis Sumber Sari Maesan yang sudah dipasarkan hingga ke Malaysia, Thailand dan Brunei Daussalam.
“Ingin lebih memajukan lagi produk UKM. Upaya kita selain di dunia maya, tentu tetap aktif mengikuti pameran pameran di sejumlah daerah, kami sebarkan informasi hasil UKM lewat media cetak juga,” pungkasnya.
Sumber
Menurut Kepala Bidang UKM Diskoperindag Bondowoso, Azaz Suwardi SE MM, sejak launching Oktober 2013 lalu, sudah ada lebih dari 20% pelaku UKM yang memanfaatkan promo berbasis IT tersebut.
Dengan cara ini, produk usaha kecil menengah asli Bondowoso tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga dapat dilihat siapapun di seluruh dunia.
“Di dalam website itu kita jelaskan usahanya apa, siapa produsennya, kita cantumkan juga nomor telfon pelaku UKM, transaki jual beli juga bisa disitu. Kalo sudah dunia maya, seluruh duniapun akan melihat. Entah itu batik Bondowoso, hasil kerajinan tangan atau handycraft, produk kopi, genteng, batu bata dan lain sebagainya,” ujar Azaz, kepada wartawan, Senin (24/02).
Berdasar data terbaru Diskoperindag, Tahun ini jumlah UKM di Bondowoso mencapai 34.000. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 28.414 UMKM.
Kedepannya, Diskoperindag akan terus mengembangkan promosi via tekhnologi ini, dengan mengajak lebih banyak pelaku UKM untuk memamerkan hasil produksinya. Bahkan, ada wacana membuat link khusus UKM di situs resmi Pemkab Bondowoso.
Sejuah ini, lanjut Azaz, tidak sedikit produk UKM Bondowoso yang go nasional bahkan internasional. Salah satunya adalah batik tulis Sumber Sari Maesan yang sudah dipasarkan hingga ke Malaysia, Thailand dan Brunei Daussalam.
“Ingin lebih memajukan lagi produk UKM. Upaya kita selain di dunia maya, tentu tetap aktif mengikuti pameran pameran di sejumlah daerah, kami sebarkan informasi hasil UKM lewat media cetak juga,” pungkasnya.
Sumber
