Kunker Bupati, Petani Keluhkan Serangan Hama Tikus
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Bupati Amin Said Husni mendapatkan keluhan tentang wabah tikus yang mewabah dihampir semua area persahawan di Bondowoso. Para petani yang diwakili para kades mengusulkan agar dilakukan pemberantasan hama tikus secara serentak. Sambatan para kades yang mewakili warganya dalam kunker Bupati di Kantor Kecamatan Tegalampel itu mendapat apresiasi positif dari Bupati. ”Tentu saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian membantu untuk melakukan pemberantasan hama tikus,” ujar Amin saat menjawab pertanyaan dari salah satu kades, Kamis sore (20/2).
Para kepala desa sengaja mengeluarkan uneg-unegnya kepada Bupati karena Bondowoso merupakan lumbung padi. Jika, hasil panenan padi justru dimakan tikus sebelum dipanen, maka yang rugi adalah Bondowoso. ”Oleh sebab itu, aspirasi petani yang mengeluhkan hama tikus, sengaja saya sampaikan ke Bupati,” ungkap salah seorang kades di wilayah Tegalampel.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Hindarto usai acara kunker mengungkapkan jika hama tikus saat ini memang merajalela. Bahkan, tidak sedikit gabah yang dimakan oleh tikus. Padahal gabah itu siap untuk dipanen sehingga, petani banyak yang mengalami kerugian. Namun pihaknya tidak tinggal diam. ”Kami sudah mengerahkan tenaga penyuluh lapangan untuk melakukan pemberantasan hama tikus,” katanya.
Sedangkan untuk memberantas hama tikus, Dinas Pertanian menyebarkan racun tikus bernama Tiran. ”Tiran ini berbentuk buatan seperti kelereng. Cara kerjanya, Tiran dibakar menggunakan korek api. Lalu, Tiran ini dimasukan ke lubang-lubang disawah-sawah yang merupakan tempat tinggal tikus,” katanya.
Dan banyak sekali petani yang berhasil melakukan pemberantasan tikus lewat Tiran. ”Kami menyebarkan racun tikus ini secara gratis kepada para petani. Diharapkan, wabah tikus ini segera bisa diatasi,” terangnya.
Hindarto mengatakan pihaknya selalu siap untuk dimintai pertolongan oleh petani yang sawahnya kena serangan hama tikus. ”Saya akan mengerahkan PPL untuk memberikan Tiran ke pada petani. Serta, tata cara menggunakan Tiran untuk memberantas hama tikus,” katanya. Hama tikus ternyata tidak saja dialami oleh petani di Bondowoso. ”Di beberapa daerah luar Bondowoso juga mengalami hal yang sama. Sama-sama terkena serangan hama tikus,” jelasnya. Oleh sebab itu, pihaknya terus memantau perkembangan sektor pertanian di Bondowoso. “Sehingga , panen raya padi bisa berhasil,” katanya.
Jawa Pos (21/02/14)
