BPBD Bondowoso Pastikan Raung Tetap Waspada

BPBD Bondowoso Pastikan Raung Tetap Waspada

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Meningkatnya aktivitas sejumlah gunung berapi, menimbulkan isu adanya isu peningkatan status di gunung Raung dari sebelumnya Waspada menjadi Siaga (level III). BPBD Bondowoso menegaskan sejauh ini status Raung masih tetap berada di level Waspada (level II).

Menurut Harry Patriantono, kepala BPBD Bondowoso, saat ini status Gunung Raung masih tetap waspada. “Kalau ada isu bahwa status Raung naik menjadi Siaga itu tidak benar,” ujarnya. Untuk itulah, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu diluar dan tetap menunggu pemberitahuan resmi dari BPBD.

Berdasarkan laporan terakhir yang diterima BPBD Bondowoso, lanjut dia, saat ini pantauan secara visual menunjukkan munculnya asap putih di puncak raung. Sementara untuk kegempaan terjadi beberapa gempa tremor. “Jadi berdasarkan pantauan secara visual maupun kegempaan tersebut, status Raung masih tetap Waspada (level II),” ujarnya.Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan dua kecamatan terdampak, yaitu Sumber Wringin dan Tlogosari. Selain itu, sosialisasi waspada Raung juga dilakukan ke siswa di sekolah-sekolah.

“Untuk waspada Raung ini kita juga lakukan sosialisasi ke siswa sekolah dasar di Dusun Legan yang merupakan salah satu dusun terdekat lereng Raung,” ujar Harry Patriantono, kepala BPBD Bondowoso. Dia berharap, melalui sosialisasi-sosialisasi tersebut, masyarakat tidak panik dan senantiasa menunggu pemberitahuan resmi dari pemerintah.

BPBD juga telah menyiapkan rencana kontinjensi atau rencana kedaruratan jika status Raung terus mengalami peningkatan. “Untuk jalur-jalur evakuasi juga sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Kendati begitu, sejauh ini belum didirikan pos-pos kedaruratan di kawasan evakuasi. Evakuasi sendiri baru akan dilakukan ketika status Raung naik menjadi awas (level IV).

Sementara itu, koordinasi dengan pos pemantauan G Raung milik PVMBG di Songgon, Banyuwangi terus dilakukan. “Jadi masyarakat silakan menjalani aktivitas secara normal dan menunggu informasi lebih lanjut dari PVMBG,” ungkapnya.

Kendati begitu, aktivitas pendakian ke gunung setinggi 3332 meter dari permukaan laut itu ditutup total. “Masyarakat di sekitar Gunung Raung dan pengujung, wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Raung dalam radius dua kilometer dari kawah aktif,” pungkasnya.

Sementara itu, Asnawi Sabil, camat Sumber Wringin mengungkapkan, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan perkembangan Raung. “Kita sudah sosialisasikan juga hingga ke tingkat desa, terutama tiga desa Terdampak terkait dengan perkembangan status Raung,” pungkasnya.


Jawa Pos (15/02/14)