Singo Ulung Bondowoso Meriahkan Perayaan Cap Go Meh
JAKARTA, InfoBondowoso.NET - Suasana Pasar Gambir Expo di arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, berubah seperti kawasan pecinan yang didominasi warna merah dan hiasan lampion. Kemeriahan yang menghadirkan atraksi seni budaya maupun festival kuliner ini dalam rangka perayaan Cap Go Meh alias penutupan rangkaian peringatan tahun baru Imlek.
“Mudah-mudahan di tahun Kuda Kayu ini, semangat bangsa Indonesia seperti kuda yang tangguh, tak mudah menyerah,” ujar Condro Lukito, peramal etnis Tionghoa, Sabtu (15/2). “Hujan berkepanjangan dari awal Januari hingga pertengahan Februari ini menandakan bangsa kita akan makmur karena banyak rezeki.”
Hajatan akbar yang digelar PT Jakarta International Expo (JIexpo) berlangsung dari 12 sampai dengan 16 Februari. “Tiap hari, kegiatan ini dikunjungi ribuan orang. Harga tiket Rp25 ribu/orang,” ujar Anton, petugas loket.
Hajatan bertajuk Cap Go Meh The Year of Horse 2565 Food and Festival menghadirkan aneka seni budaya dan bermacam masakan khas Tionghoa maupun suku lainnya. Kesenian tari Barongsai unjuk gigi.
TARI TRADISIONAL
Khususnya untuk atraksi seni tari Barongsai, panitia menghadirkan kreasi tari tradisional dari berbagai daerah dengan nuansa China. Contohnya, Gembong Kamijoyo Kudus, Badawang Sunda, Singo Karya Demak, Singo Ulung Bondowoso, Reog Ponorogo, Barongan Juwangi BOyolali, Burokan Cirebon, Bebegig Sumantri Ciamis, Hudog Kaltim, Barong Kemiren Banyuwangi, Barong Gondorio Grobogan, Ondel-Ondel Jakarta, Dencong Demak, dan Gembong Amijoyo Blora.
Selain itu panitia juga menampilkan atraksi khas Tionghoa seperti Liong, Barongsai, Wushu, Taichi, parade kembang api, festival layang-layang, dan hiburan lainnya.
“Mudah-mudahan di tahun Kuda Kayu ini, semangat bangsa Indonesia seperti kuda yang tangguh, tak mudah menyerah,” ujar Condro Lukito, peramal etnis Tionghoa, Sabtu (15/2). “Hujan berkepanjangan dari awal Januari hingga pertengahan Februari ini menandakan bangsa kita akan makmur karena banyak rezeki.”
Hajatan akbar yang digelar PT Jakarta International Expo (JIexpo) berlangsung dari 12 sampai dengan 16 Februari. “Tiap hari, kegiatan ini dikunjungi ribuan orang. Harga tiket Rp25 ribu/orang,” ujar Anton, petugas loket.
Hajatan bertajuk Cap Go Meh The Year of Horse 2565 Food and Festival menghadirkan aneka seni budaya dan bermacam masakan khas Tionghoa maupun suku lainnya. Kesenian tari Barongsai unjuk gigi.
TARI TRADISIONAL
Khususnya untuk atraksi seni tari Barongsai, panitia menghadirkan kreasi tari tradisional dari berbagai daerah dengan nuansa China. Contohnya, Gembong Kamijoyo Kudus, Badawang Sunda, Singo Karya Demak, Singo Ulung Bondowoso, Reog Ponorogo, Barongan Juwangi BOyolali, Burokan Cirebon, Bebegig Sumantri Ciamis, Hudog Kaltim, Barong Kemiren Banyuwangi, Barong Gondorio Grobogan, Ondel-Ondel Jakarta, Dencong Demak, dan Gembong Amijoyo Blora.
Selain itu panitia juga menampilkan atraksi khas Tionghoa seperti Liong, Barongsai, Wushu, Taichi, parade kembang api, festival layang-layang, dan hiburan lainnya.
