20 Ribu Lebih Warga Buta Huruf di Bondowoso Terancam Tak Bisa Mencoblos
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Sedikitnya 20 ribu lebih penyandang buta huruf dan aksara di Bondowoso terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu mendatang. Hal itu karena surat suara hanya berisi nomer urut dan nama calon.
"Surat suara yang ada fotonya ya hanya DPD. Sedangkan untuk caleg DPR, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten hanya berisi nomer partai, nama partai, gambar partai, nomer urut dan nama caleg," kata Ketua KPU Bondowoso, Hadi Esmanto, Jumat (28/2/2014).
Kendati begitu, kata dia, untuk mengantisipasi itu para pemilih yang buta huruf pada pencoblosan nanti bisa didampingi saksi dengan terlebih dulu mengisi berita acara yang sudah disiapkan di masing-nasing tempat pemungutan suara (TPS).
Hadi Esmanto mengaku, selain akan menyiapkan pendamping untuk pemilih yang buta huruf, pihaknya juga sudah berupaya untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu yang akan dilaksanakan 9 April mendatang tersebut.
"Untuk menyosialisasikan itu kami menerjunkan relawan demokrasi. Mereka turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi tata cara menggunakan hak pilihnya dalam pemilu ini," kata Hadi Esmanto.
Data yang berhasil dihimpun, dari sekitar 750 ribu lebih jumlah penduduk di Bondowoso, angka buta aksara dan buta huruf relative masih tinggi. Hingga akhir tahun 2013, angka buta aksara dan buta huruf mencapai 20.964.
Angka itu cenderung menurun dalam setiap tahunnya. Hal itu karena setiap tahun pihak Pemkab setempat melalu Dinas Pendidikan selalu melakukan upaya pengentasan masyarakat melek huruf, melalui program keaksaraan fungsional.
Sumber
