Olivia Puspita Sari, Menjalankan Bisnis Fashion dari Rumah
Menjadi Ibu rumah tangga juga bisa menambah pemasukan keluarga. Inilah yang dilakukan Olivia Puspita Sari, berkat kesenangannya di dunia fashion ternyata bisa jadi ladang bisnis.
Menuju kediaman Olivia di Perum Tamansari Indah pun cukup mudah. Hanya memakan waktu lima menit dari pusat kota alun-alun. Rumah dengan pagar warna hitam pun sama seperti rumah pada umumnya. Setiap jam istirahat kantor satu per satu tamu perempuan Olivia mulai datang. Mereka bukan tamu biasa melainkan pembeli busana hijab.
Kamar depan dengan ukuran mini 2x3 meter dengan warna pastel dan ornamen vintage pun jadi tempat Olivia bekerja di bidang fashion. Gagdet pun rasanya tak bisa lepas dari gengaman Olivia yang menerangkan sejumlah busana fashion kekinian kepada pelanggan. Berkat telepon cerdas tersebut pula menjadi keberhasilan Olivia merintis bisnis fashion hijab. Sesekali Olivia pun memberikan edukasi fashion kepada Jawa Pos Radar ljen. "Ini untuk anak kecil namanya kajian, juga bisa couple sama orang tuanya," ujar Olivia sembari menunjukan foto couple anak dengan ibu yang mengenakan busana model kaftan itu.
Olivia memulai bisnis fashion tahun 2010 dan sama dengan online shop pada umumnya yang sering dijalankan anak-anak muda. "Tahun 2010 pertama jualan gambar saja, jadi reseller tidak membuat baju sendiri", ucapnya. Semakin menekuni dunia online shop, sekitar satu setengah tahun yang lalu Olivia mulai menjajal membuat busana hijab sendiri.
Tanpa dia sadar hasilnya juga mengiyurkan dan diminati hingga luar pulau. "Paling jauh yang beli itu di Kalimantan dan Sulawesi. Gak tahu kok bisa beli, mungkin dari sosmed, Instagram (IG)," ucapnya.
Gadget dan sosmed memang banyak membantu dalam hal promosi dan mencari inspirasi. Olivia mengaku memulai bisnis saat ini lebih mudah dari pada dulu. Sebab, artikel dan inspirasi bisa didapat dari gengaman tangan serta terbukanya akses pasar.
Perempuan 31 tahun ini pun mengaku karya-karyanya tersebut masih terinspirasi dengan desainer muda di Indonesia. Menurut Olivia, semua pekerjaan ataupun bisnis itu harus di dasari rasa suka. Ibu dua anak tersebut mengaku senang memakai busana yang fashionable dan suka memadukan model baju menjadi lebih menarik lagi.
Kebiasaan yang jadi rutinitas dan hal wajar bagi perempuan adalah potensi yang bisa menghasilkan rupiah. "Memasak, berdandan, suka menata rumah, suka berpakaian yang unik dan asyik. Itukan potensi perempuan dan sering dilakukan sehari-hari," paparnya. Olivia pun mengaku tidak bisa menjahit, tapi bukan menjadi patokan tak bisa berkarya dan melakukan bisnis fashion.
Menurut Olivia menjadi wanita yang sudah menikah memang alangkah lebih baiknya menjadi ibu rumah tangga agar bisa merawat anak dan melayani suami. Meski, jadi ibu rumah tangga juga belum tentu tak bisa berbisnis. Dia pun menyampaikan agar ibu-ibu muda berkarya itu tidak harus di kantor atau keluar rumah, tapi bisa dikerjakan di rumah.
Dibalik aktivitas Olivia menjadi ibu rumah tangga yang memiliki bisnis tersebut ada sesuatu yang berharga, yaitu orang tua. "Hasilnya bisnis ini dibagi dua dengan mama. Karena, mama single parents, karena papa meninggal sejak saya duduk di bangku TK," ucapnya.
Mempunyai gerai sendiri di rumahnya, Olivia pun membuka garage sale. Yakni sebuah kegiatan penjualan busana bekas yang masih layak pakai yang diadakan di garasi rumahnya. "Garage sale saat puasaan kemarin dijual di garasi rumah," ucapnya. Baju bekas yang dijual pun tidak seperti babebo, tapi baju Olivia dan rekan-rekanya yang tak terpakai lagi. Hasilnya garade sale tersebut pun juga untuk orang-orang kurang beruntung, agar mereka bisa tersenyum saat lebaran.
- Radar Ijen, 24/09/16
