Beragam Suguhan Menarik di Festival Muharram 2016
BONDOWOSO - Festival Muharram 2016 bakal menjadi hajatan besar Pemerintah Bondowoso. Tahun ini Festival Muharram akan di gelar mulai 1 Oktober mendatang. Festival yang akan dilaksanakan selama dua minggu ini, bakal tersaji dengan konsep yang menarik. Yakni akan ada gelaran pameran tematik tentang Bondowoso.
H-8 kemarin (23/9), para penyaji potensi tematik di kumpulkan di Gedung Sababina Praja I Pemkab Bondowoso. Mereka mengikuti technical meeting (TM) tentang pelaksanaan Festival Muharram. Mayoritas para penyedia stand tematik itu antusias menyambut gelaran Festival Muharram.
Sofiah, owner batik lumbung Tamanan menjadi salah satu peserta pameran menegaskan siap memamerkan berbagai karya batiknya. Dia akan mengisi stand pameran yang bertema batik Bondowoso. Beberapa batik yang akan menjadi andalan adalah motif singkong, motif daun singkong dan motif kopi. "Kami sedang mempersiapkan," ujarnya.
Kepala Bappeda Bondowoso Matsakur yang memimpin TM Festival Muharram mengatakan, dalam TM itu pihaknya menyiapkan dari berbagai sisi. Mulai dari pameran tematik sampai dengan berbagai acara yang menyertainya. "Baik acara seremonial dan sesi berbagai lomba," jelasnya.
Harapannya pada H-3 nanti, seluruh persiapan sudah matang. Selanjutnya pada Sabtu 1 Oktober nanti, ada sidak pada pagi hari. Sidak itu untuk melihat kesiapan. Sore harinya, baru akan dilakukan soft opening. Sekaligus dirangkai dengan cara tasyakuran selamatan. "Selamatan sudah menjadi adat masyarakat ketimuran, sebagai bentuk rasa syukur Bondowoso bisa melaksanakan lagi Festival Muharram," akunya.
Dijelaskan, dari tahun ke tahun pemerintah terus melakukan evaluasi terkait berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Termasuk pada gelaran Festival Muharram 2016 ini, sudah melalui rangkaian evaluasi pada gelaran sebelumnya. "Hasil evaluasinya adalah adanya pelaksanaan festival dengan gaya tematik," tegasnya.
Berbagai tema yang disuguhkan antara lain tema batik, tema highland paradise, wisata budaya, kuliner dan UMKM. Kesemuanya itu dibungkus dalam sebuah pameran yang menarik. Dalam TM itu, seluruh pihak dihadirkan dan diberi sosialisasi lapak yang ditempat dan alur jalannya Festival Muharram.
Jazz de ljen di Sempol, Jazz Republik Kopi di Alun-alun
Selain adanya pameran, dalam Festival Muharram itu akan ada berbagai lomba. Misalnya lomba bertemakan batik, lomba zafin dan berbagai lomba lainnya. Selain itu ada berbagai even yang menghisasi Festival Muharram ini. Seperti adanya Jazz de ljen dan Jazz Republik Kopi.
Jazz de ljen dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober di Sempol sedangkan Jazz Republik Kopi dilaksanakan di alun-alun yang menjadi tempat pameran. Diluar agenda Festival Muharram itu, pertengahan oktober nanti juga ada kegaitan Paragliding Trip of Indonesia (Troi) di Megasari, Sempol. "Kemungkinan dalam gelaran ini akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga," katanya.
Matsakur menambahkan, adanya gelara Festival Muharram ini salah satunya adalah agar ada multiplier effect bagi masyarakat. Salah satunya adalah banyakanya orang yang akan datang ke Bondowoso. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kepada para UMKM yang terlibat sedianya turut serta menjadi media penghubung. "Gunakan media apapun untuk memberi tahu saudara dan teman agar berbondong-bondong ke Bondowoso saat festival itu digelar," tegasnya.
Sementara Kepala Dinsos Bondowoso Amir Hidayat mengatakan, Festival Muharram akan dibuka dengan Khotmil Quran dan Shalawat Nariyah di seluruh masjid, ponpes dan juga di pendapa kabupaten. Ada 60 titik yang ditentukan Dinsos selain ponpes dan masjid. "Khotmil Quran memang sudah menjadi kebiasaan, namun pada Festival Muharram ini pelaksanannya serempak," jelasnya.
Tentunya tujuannya adalah masyarakat bersama-sama membangun Bondowoso yang beriman. Selanjutnya ada berbagai acara lomba Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ). Selain itu juga ada lomba Bondowoso Menghafal Alquran (MBQ). Disini ada lomba mengahafal 1 juz dengan tilawah, 5 juz dengan tilawah sampai 30 juz. Sehingga gerakan MBQ ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
- Radar Ijen, 24/09/16
