Iis Wiji Suhati 29 Tahun Tak Bertemu Orang Tua Kandung


Nama saya Iis Wiji Suhati (semoga nama saya yang sebenarnya), saya wanita kelahiran 05 Desember 1986, saya kebetulan keturunan Chinese, tapi saya Alhamdulillah Muslim, karena dibesarkan di keluarga Jawa, yang Muslim, cerita ini adalah kisah nyata hidup saya, yang saya buat dalam rangka mencari informasi keberadaan orang tua kandung saya, yang sampai saat ini saya berumur 29 th belum bisa bertemu dengan orang tua kandung saya, bahkan nama nya saja belum tahu, apalagi wajah nya, saya bingung harus mulai dari mana cerita ini tapi saya coba tulis.

Mohon Bantuan Mencari Orang Tua Kandung

Cerita intinya saya adalah anak yang di adopsi oleh orang Magetan yang bernama SUWARNO dan SUPIJATI, saya mulai mengetahui kalau saya bukan anak mereka sudah mulai SD sekitar kelas 5-6, setiap kali bermain denga anak yang sebaya yang rata-rata lingkungan orang asli Jawa, saya selalu diolok"/diledek bukan anak nya org tua saya, karena memang dari fisik sangat mencolok berbeda sekali, orang tua asli Jawa, punya anak seperti saya yang keturunan Chinese, kemudian beranjak SMP dikarenakan ada suatu konflik suami istri yaitu orang tua adopsi saya, lemari pakaian yang berisi pakaian ibu saya (ibu adopsi) dikeluarkan semua oleh ayah saya (ayah adopsi) tanpa sengaja saya menemukan selembar Surat berwarna hijau (Surat Kelahiran) yang kemudian saya baca bahwa saya dilahirkan di Bondowoso ,05 Desember 1986 , oleh seorang ibu yang bernama : Rin.....(dlm tulisan latin), dan ayah : O......(jg dlm tulisan latin) Yang saya belum sempat selesai membaca sudah ketahuan ibu saya langsung diambil dan disimpan/dibuang ,saya tidak tahu sampai sekarang.

Setelah kejadian itu mulailah saya berfikir dan menyimpulkan sendiri bahwa saya memang anak adopsi, saya mulai mencari informasi di lingkungan saya, yang pernah dekat dengan keluarga saya, tapi rata-rata mereka tidak tahu menahu, mungkin memang tadi tahu betul atau dilarang memberi informasi kepad saya.

Tahun 2007 saya menikah, yang saya berharap bisa dihadirkan ayah dan ibu kandung saya, tapi diluar dugaan, sudah diatur sedemikian rupa oleh ayah dan ibu yang mengadopsi saya, saya menikah langsung di wali kan oleh hakim, jadi seolah-olah orang tua kandung saya sudah dianggap tidak ada, Selang setahun kemudian saya mempunyai putri pertama, selisih 5th saya melahirkan putri kedua, sampai saat ini anak saya sudah dua.

Setelah menikah saya memberanikan diri untuk menanyakan langsung kepada orang tua adopsi saya, ditemani suami saya yang membantu memberi pengertian, kepada orang tua yang mengadopsi saya, mengenai keberadaan orang tua kandung saya, yang intinya kalau saya diberi tahu informasi mengenai orang tua kandung saya, saya berjanji tidak akan, meninggalkan, apalagi melupakan, kalian yang disini (org tua adopsi sy), tetapi justru saya malah akan berbahagia, dikarenakan memiliki 2 pasang orang tua, yaitu orang tua yang membesarkan saya, dan orang tua yang melahirkan saya.

Tetapi mereka menjawab dengan entengnya " wes gak usah digolekki, uwong tuomu yo aku karo ibukmu iki ", ( sdh gak usah dicari,org tuamu ya aku dan ibumu ini ), Didalam hati bila mau berteriak saya tetap tidak terima, Kemudian saya tanya pelan-pelan mulai nama orang tua kandung saya, mereka beralasan seolah-olah lupa, dan mengaburkan, saya tanya alamat jawab nya sama, hasilnya nihil.

Mungkin andaikata saya tadi menemukan surat kelahiran yang saya dilahirkan di Bondowoso, mugkin jawab an ortu adopsi saya , kalu saya tanya saya kelahiran mana, jawabannya mungkin Magetan, soalnya semua surat menyurat, dokumen mulai akte, KTP, saya sudah berubah yaitu kelahiran Magetan, 05 Desember 1986, nama orang tua ayah dan ibu Suwarno dan Supijati.

Setelah kejadian itu yaitu saya menanyakan identitas asal usul saya kepada orang tua angkat saya, dengan hasil yang mengecewakan/ nihil. Saya dan suami saya diam" mencari cari informasi kesanana kesini, dengan menemui orang-orang yang dulu pernah dekat dengan orang tua saya, tetapi hasilnya sama saja juga nihil.

Dari kesimpulan saya setelah bertanya kepada orang-orang, Saya mulai dibawa ke Magetan mulai umur kira-kira 5-7 bulan, perkiraan berdasarkan foto bayi yang dibuat acara syukuran / 7 bulanan (adat jawa), Berdasar keterangan dari sumber yang belum diketahui kebenaraanya saya punya saudara laki-laki mungkin satu/ dua , dan saya anak terakhir. katanya saya punya keluarga mungkin katanya tante namanya "Kristin" dulu sekitar th 1986/1987 pernah bekerja di Salon Sinta Dewi, jl Ahmad Yani MAGETAN.

Saya juga sempat bertanya kepada pemilik salon yang sekarang usia nya sudah diatas 50th, saya tanya dulu memang pernah ada yang kerja sama dia katanya asalnya dari jauh kalu tidak Jember/Bondowoso. saya tanya alamatnya sudah tidak menyimpan.

Berbekal informasi yang minim karena tekad saya ingin menemukan orang tua kandung saya begitu besar, saya ingin bertemu mereka, bagaimana wajahnya, bagaimana keadaannya, bahkan mereka masih hidup atau kemungkinan terburuk saya rela, Tapi lagi-lagi pencarian saya seperti pepatah ,"mencari jarum di tumpukan jerami" Hasil nya nihil juga. "Saya berharap akan bisa bertemu dengan Orang tua Kandung saya, "Saya berharap akan bisa bertemu dengan saundara saya.

Dikirim oleh Nama: Iis Wiji Suhati, Facebook: Iis Wiji Suhati Email: windyaza95@gmail.com | Nomer Hp 082234169494 | 05 Oktober 2015, Pkl 7:8 am | InfoBondowoso.NET menerima tulisan informasi seputar Bondowoso (news, essai, artikel, cerpen, info komunitas, kisah inspiratif, kuliner, wisata, etc). Kirim karya tulisan kalian untuk berkontribusi mendukung kabupaten/kota kita tercinta, melalui email: infobondowoso@yahoo.com